Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Soal PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya ~ sekolahmuonline.com

Soal PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk Anda khususnya adik-adik yang kini berada di kelas 10 SMA/SMK/MA/MAK khususnya SMK Pusat Keunggulan (PK) contoh soal mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas X. Pada postingan kali ini Sekolahmuonline sajikan contoh soal pilihan ganda dan essay PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya.
Soal Pilihan Ganda dan Essay PAIBP Kelas X Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya ~ sekolahmuonline.com


PAIBP Kelas X Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya adalah salah satu Bab yang ada di semester genap atau semester 2. Secara urutan dalam buku PAIBP Kelas X masuk pembahasan kedua di semester genap.

Soal PAIBP Kelas X Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya

A. Soal Pilihan Ganda PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya

Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D atau E pada jawaban yang paling tepat!

1. Ketika cinta seseorang kepada Allah Swt. mengakar kuat di dalam jiwanya, maka akan berpengaruh terhadap seluruh kehidupannya, di antaranya adalah sebagai berikut, kecuali …
A. mengikuti jalan pikiran orang lain
B. menjauhi perbuatan tercela
C. berkata jujur kepada semua orang
D. mengutamakan kepentingan agama
E. melaksanakan sunah-sunah nabi

Jawaban: A

2. Perhatikan narasi berikut ini
Rasulullah Saw. telah menyalakan api cinta pada hati para sahabatnya hingga mereka lebih mencintai Allah Swt. daripada mencintai diri sendiri dan keluarganya. Para sahabat Nabi rela mengorbankan jiwa demi cintanya kepada Allah Swt. Cinta kepada Allahlah yang menjadikan para sahabat meninggalkan kenikmatan duniawi demi meraih kebahagiaan di akhirat.

Berdasarkan narasi di atas, hikmah yang dapat diambil adalah ….
A. cinta menyebabkan seseorang menjadi pelupa
B. cinta kepada Allah Swt. melebihi cinta kepada duniawi
C. diri sendiri tak memiliki kuasa dalam uruan cinta
D. Allah Swt. menciptakan cinta agar manusia sengsara
E. Manusia bisa bahagia tanpa rasa cinta

Jawaban: B

3. Kadar cinta kepada Allah Swt. harus terus ditingkatkan. Di antara cara meningkatkan cinta kepada Allah Swt. adalah dengan senantiasa membersihkan hati. Amalan berikut ini dapat membersihkan hati, kecuali ….
A. membiasakan diri membaca istigfar
B. bertaubat kepada Allah Swt.
C. mengulangi perbuatan maksiat diikuti rasa takut
D. berbuat kebajikan di berbagai kesempatan
E. mengingat kematian

Jawaban: C

4. Perhatikan narasi berikut ini
Takut kepada Allah Swt. merupakan bukti seorang hamba mengenalNya. Rasa takut tersebut akan semakin bertambah seiring bertambahnya pengetahuan hamba terhadap Rabb-nya.

Berdasarkan narasi tersebut, manakah yang merupakan penerapan sifat takut kepada Allah Swt. ….
A. mengabaikan semua aturan yang berlaku di masyarakat
B. membatasi diri untuk bertemu dengan orang lain
C. memperbanyak teman di dunia maya melalui akun medsos
D. bertindak sesuai norma agama, negara dan masyarakat
E. menyesuaikan diri dengan peradaban di dunia barat

Jawaban: D

5. Perhatikan narasi berikut ini
Seseorang yang takut kepada Allah Swt. berusaha menghindari api neraka dengan amal-amal saleh. Rasulullah Saw. pernah bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
Makna yang terkandung dalam hadis tersebut adalah …
A. istigfar akan menghapus dosa seseorang
B. mendahulukan kepentingan Allah Swt. dan rasul-Nya
C. melakukan amal dengan bersungguh-sungguh
D. membantu fakir miskin dan kaum duafa
E. sedekah dapat menghindarkan diri dari api neraka

Jawaban: E

Pembahasan:
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Adi ibn Hatim bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ 

Artinya:
“Jauhilah neraka walaupun dengan bersedekah sebelah butir kurma, maka siapa saja yang tidak mendapatkannya, maka hendaklah (bersedekah) dengan kata-kata yang baik’.” (HR Bukhari dan Muslim).

6. Perhatikan narasi berikut ini
Seseorang yang takut kepada Allah Swt. terjaga lisannya dari ucapan kasar yang menyakitkan lawan bicara. Ia akan berhati-hati dalam bertutur kata, dan memastikan perkataannya mengandung nilai manfaat.

Berikut ini yang bukan merupakan dampak negatif berkata kasar kepada orang lain adalah …
A. memicu perpecahan di antara sesama
B. terganggunya hubungan silaturahmi
C. terjadinya konlik sosial
D. tidak mendapat dukungan dari orang lain
E. meningkatkan popularitas

Jawaban: E

7. Raja’ berarti berharap untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah Swt. Sifat raja’ harus dibarengi dengan amal-amal saleh, hal ini dikarenakan ….
A. setiap amal akan mendapatkan pahala dari Allah Swt. dengan balasan berlipat ganda
B. Allah Swt. tidak akan menerima amal seseorang jika tidak ada sifat raja’ dalam hatinya
C. berharap kepada Allah Swt. hanya bisa terwujud jika mendapatkan kesempatan yang baik
D. berharap kepada Allah Swt. tanpa diikuti dengan amal, maka ia hanya berangan-angan belaka
E. amal saleh merupakan bekal untuk menjalani kehidupan hakiki di akhirat kelak

Jawaban: D

8. Ketika seseorang memiliki sifat raja’ maka ia akan bersemangat untuk menggapai rahmat Allah Swt. Meskipun bergelimangan dosa, ia tetap optimis mendapat ampunan Allah Swt. Agar seseorang diampuni oleh Allah Swt. maka yang harus dilakukan adalah ….
A. meratapi dosa-dosanya
B. menyebut kesalahannya berulang kali
C. taubat nasuha
D. menyesali kebodohannya
E. berdiam diri beberapa hari

Jawaban: C

9. Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang mewakilkan atau menyerahkan hasil usahanya kepada Allah Swt. Sifat ini merupakan bentuk kepasrahan kepada-Nya sebagai dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Manakah contoh penerapan tawakal yang paling tepat ….
A. Rumi memarkir sepeda tanpa menguncinya karena yakin keadaan aman
B. karena sakit, Andika meminum obat agar diberi kesembuhan oleh Allah Swt.
C. Saat ingin membeli baju, Yunika butuh waktu cukup lama untuk
memilihnya
D. Rudi bersegera berbuat kebajikan karena takut terkena azab Allah Swt.
E. Daiq menyisihkan sebagian uang sakunya untuk disedekahkan 

Jawaban: B

10. Banyak manfaat yang diperoleh dari sikap tawakal, di antaranya tercantum dalam Q.S. at-Talaq/65: 3 berikut ini.

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Berdasarkan ayat tersebut, manfaat sikap tawakal adalah ….
A. mendapatkan jaminan tercukupinya semua kebutuhan hidupnya
B. mendapat prioritas masuk ke dalam surga
C. pikiran dan hati menjadi lebih terbuka menerima kritikan
D. meningkatkan daya tahan tubuh terhadap virus
E. meluaskan jaringan silaturahmi

Jawaban: A

Pembahasan:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Artinya:
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya

B. Soal Essay PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang benar!

1. Akidah dan perilaku memiliki hubungan yang saling terkait satu sama lain.
Perilaku manusia merupakan cerminan dari akidah dan keimanannya.
Oleh karena itu, akidah dan keimanan harus tertanam dalam diri seseorang sejak dini. Bagaimana cara menanamkan akidah dalam diri seseorang sejak usia dini?

Jawaban:
Cara menanamkan akidah dalam diri seseorang sejak usia dini:
- Memberikan pemahaman ilmu agama sejak usia dini melalui keluarga masing-masing
- Belajar ilmu agama kepada ustadz, kyai atau alim ulama’ yang menguasai ilmu agama secara luas dan mendalam
- Orang tua agar membiasakan anak-anaknya mengamalkan ajaran Islam
- Pembiasaan akhlak mulia di sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat

2. Cinta seseorang kepada Allah tumbuh dari pengaruh akal dan jiwa yang kuat akibat berpikir mendalam terhadap kekuasaan-Nya di langit dan bumi.
Cinta ini akan semakin menggelora dengan merenungkan ayat-ayat AlQur`an dan membiasakan diri berzikir dengan nama dan sifat-sifat Allah Swt. Mengapa seorang hamba harus memiliki rasa cinta kepada Allah Swt.?

Jawaban:
Seorang hamba harus memiliki rasa cinta kepada Allah Swt., karena:
- Seseorang tidak akan memperoleh kesempurnaan iman tanpa mengenal keagungan Allah Swt., merasakan kebaikan dan ketulusan, mengakui nikmat-nikmat dan mencintai-Nya.
- Allah Swt. mencintai hamba-Nya, sehingga mutlak seorang hamba harus mencintai-Nya

3. Seseorang yang cinta kepada Allah Swt. memiliki tanda-tanda tertentu, di antaranya terungkap dalam Q.S. Ali Imran/3: 31 berikut ini.
Jelaskan tanda-tanda cinta kepada Allah Swt. sesuai kandungan ayat tersebut!

Jawaban:
Sesuai kandungan Q.S Ali Imran/3: 31, tanda-tanda cinta kepada Allah Swt. adalah mencintai Rasulullah Saw.

4. Rasa takut merupakan sifat orang bertaqwa, sekaligus merupakan bukti iman kepada Allah Swt. Rasa takut ini akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pengetahuan tentang Rabb-nya. Sebutkan macammacam rasa takut menurut menurut Imam al-Ghazali!

Jawaban:
Macam-macam rasa takut menurut Menurut Imam alGhazali:
- rasa takut tidak diterimanya taubat
- takut tidak mampu istiqamah dalam beramal saleh
- takut akan mengikuti hawa nafsu
- takut tertipu oleh gemerlap duniawi
- takut terperosok dalam jurang maksiat
- takut atas siksa kubur
- takut terjebak pada kesibukan yang melalaikan dari Allah Swt.
- takut menjadi sombong karena memperoleh nikmat dari Allah Swt.
- takut mendapatkan siksaan di dunia
- takut tidak mendapatkan nikmat surga

5. Ketika seseorang memiliki sifat raja’ maka ia akan bersemangat untuk menggapai rahmat Allah Swt. yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dan Penyayang. Meskipun bergelimangan dosa, rasa optimis mendapat ampunan Allah Swt. tetap ada dalam hatinya. Namun perlu diingat bahwa sifat raja’ ini harus bersanding dengan sifat khauf. Jelaskan dampak positif bersandingnya sifat khauf dan raja’ dalam diri seseorang!

Jawaban:
Dampak positif bersandingnya sifat khauf dan raja’ dalam diri seseorang yaitu:
- sifat khauf dapat mencegah seseorang berbuat dosa, sedangkan raja’ dapat mendorong untuk taat kepada Allah Swt.
- jika sifat khauf dan raja’ ini melekat pada diri seseorang maka ia tak akan mudah menghakimi orang lain, sebab semua keputusan ada di tangan Allah Swt.

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan contoh Soal Pilihan Ganda dan Essay mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya yang Sekolahmuonline rujuk dan olah kembali dari Buku PAIBP Kelas X SMA/MA/SMK/MAK. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Lengkap Soal dan Rangkuman Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 10 SMA/SMK semua Bab silahkan baca dan pelajari pada postingan-postingan di bawah ini (Klik/Tekan/Pencet judul yang diinginkan):

Soal PAIBP Kelas X Kurikulum Merdeka dan Jawabannya:
Rangkuman PAIBP Kelas X Kurikulum Merdeka:

Posting Komentar untuk "Soal PAIBP Kelas 10 Bab 7 Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Raja’, dan Tawakal Kepada-Nya ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close