Hukum Menggunakan Obat Tetes Mata Saat Berpuasa
Hukum Penggunaan Obat Tetes Mata Saat Berpuasa
Masalah penggunaan obat-obatan kontemporer sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Muslim saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Salah satu yang paling sering ditanyakan adalah penggunaan tetes mata. Secara prinsip, puasa batal jika ada benda ('ain) yang masuk ke dalam lubang tubuh yang terbuka (manfadz maftuh) hingga mencapai rongga dalam (jauf). Apakah mata termasuk dalam kategori ini?
Para fuqaha (ahli hukum Islam) sepakat bahwa syarat benda yang membatalkan puasa adalah benda yang masuk melalui jalur alami menuju perut atau otak. Dalam diskursus fiqh klasik, mata dibandingkan dengan penggunaan celak (kuhl).
Pandangan Mayoritas (Syafi'i, Hanafi, dan sebagian Hanbali): Mata bukan merupakan lubang terbuka (manfadz maftuh) yang memiliki jalur langsung menuju lambung. Oleh karena itu, apa pun yang dimasukkan ke dalamnya tidak dianggap "makan" atau "minum".
Jadi, bagaimana hukum penggunaan obat tetes mata saat berpuasa? Untuk menjawabnya, berikut ini Sekolahmuonline suguhkan kepada para pembaca fatwa tentang permasalahan penggunaan tetes mata dari dua lembaga Fatwa resmi negara, yaitu Fatwa dari al-Lajnah ad-Dā'imah lil-Buḥūts al-'Ilmiyyah wa al-Iftā' (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa) Arab Saudi dan Dār al-Iftā' al-Miṣriyyah (Lembaga Fatwa Mesir).
1. Fatwa dari al-Lajnah ad-Dā'imah lil-Buḥūts al-'Ilmiyyah wa al-Iftā' Arab Saudi tentang Penggunaan Tetes Mata
السؤال الثاني من الفتوى رقم (٧٣٥١)
س٢: هل يجوز استعمال قطرة العين في نهار رمضان؟
ج٢: نعم تجوز ولا تفسد الصوم على الصحيح من قولي العلماء.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Artinya:
Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor (7351)
Pertanyaan (P): Apakah boleh menggunakan tetes mata pada siang hari di bulan Ramadan?
Jawaban (J): Ya, boleh, dan hal itu tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang paling kuat (shahih) dari dua pendapat ulama.
Hanya kepada Allah-lah memohon taufik, dan semoga selawat serta salam tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua Komite: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu'ud
Rujukan:
2. Fatwa Dār al-Iftā' al-Miṣriyyah (Lembaga Fatwa Mesir) tentang Penggunaan Tetes Mata
حكم استخدام قطرة العين في الصيام
السؤال:
هل قطرة العين تفسد الصيام؟
الجواب:
الصوم هو الإمساك عن المُفطرات، والمُفطرات هي ما حَدَّدَ الشرعُ من مبطلات الصيام، ومنها دخول جِرْمٍ إلى الجَوْفِ، والضابط في حصول هذا هو ما وصل عمدًا إلى الجوف المُنْفَتِحِ أصالةً انفتاحًا ظاهرًا محسوسًا، ومن ثَمَّ فليس كُلُّ ما دخل الجسدَ يُعَدُّ مفطرًا، والجوف عند الفقهاء عبارةٌ عن: المعدة، والأمعاء، والمثانة - على اختلافٍ بينهم فيها، وباطن الدماغ، فإذا دخل المفطرُ إلى أيِّ واحدةٍ منها من مَنْفَذٍ مفتوحٍ ظاهر حِسًّا، فإنه يكون مُفسِدًا للصوم.
فأما بالنسبة للقطرة التي توضع بالعين: فالذي عليه الفتوى والعمل أنها لا تفسد الصوم مطلقًا؛ سواء وصلت إلى الحلق أو لم تَصل؛ لأن العين ليست منفذًا مفتوحًا، فلا يصدُق على الداخل فيها أنه وصل إلى الجوف عن طريق منفذٍ مفتوح.
والله سبحانه وتعالى أعلم.
Hukum Menggunakan Tetes Mata Saat Berpuasa
Pertanyaan: Apakah tetes mata membatalkan puasa?
Jawaban: Puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan (puasa). Hal-hal yang membatalkan puasa adalah apa yang telah ditetapkan oleh syariat sebagai pembatal puasa, di antaranya adalah masuknya suatu benda ke dalam lubang tubuh (al-jauf). Standar terjadinya hal ini adalah apa yang sampai secara sengaja ke lubang tubuh yang pada dasarnya terbuka secara nyata dan dapat dirasakan. Oleh karena itu, tidak semua hal yang masuk ke dalam tubuh dianggap membatalkan puasa.
Al-Jauf (rongga/lubang tubuh) menurut para ahli fikih terdiri dari: lambung, usus, kandung kemih —dengan adanya perbedaan pendapat di antara mereka mengenainya—, dan bagian dalam otak. Jika sesuatu yang membatalkan masuk ke salah satu dari bagian tersebut melalui saluran terbuka yang tampak secara indrawi, maka hal itu merusak (membatalkan) puasa.
Adapun mengenai tetes mata yang diletakkan pada mata: maka fatwa yang berlaku dan yang diamalkan adalah bahwa hal itu tidak membatalkan puasa secara mutlak, baik cairannya sampai ke tenggorokan maupun tidak. Hal ini dikarenakan mata bukanlah lubang tubuh yang terbuka, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa sesuatu yang masuk melaluinya telah sampai ke rongga tubuh melalui saluran yang terbuka.
Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam (Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih mengetahui).
Rujukan:
Nah itulah fatwa tentang kebolehan menggunakan obat tetes mata saat puasa. Bahwa menggunakan obat tetes mata saat puasa tidak membatalkan puasa. Semoga bermanfaat. Menantapkan dan menghilangkan keraguan Anda tentang penggunaan tetes mata saat puasa. Semoga puasa kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin. Wallahu a'lamu bish-shawaab.
Ditulis oleh:
Abu Farhan Fahrudin Assragani Al-Menggorowi
