Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Contoh Soal dan Jawabannya Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Sekolahmuonline - Contoh Soal dan Jawabannya Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia (IPA Kelas 9 SMP/MTs). Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk para pembaca semuanya, khususnya yang masih duduk di kelas 9 (IX) SMP atau MTs, contoh soal dan jawabannya mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Bab 1 yang membahas tentang Sistem Reproduksi pada Manusia.
Contoh Soal IPA Kelas IX SMP, Contoh Soal IPA Kelas IX MTs, Contoh Soal IPA Kelas 9 SMP dan MTs, Contoh Soal IPA Kelas IX dan Jawabannya Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia

A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Bagian te$tis yang berperan dalam produksi $perma dan hormon te$tosteron disebut.... 
a.  tubulus seminiferus 
b.  epididimis 
c.  vesikula seminalis 
d.  vas deferens

Jawaban: a.  tubulus seminiferus

2. Pasangan antara bagian alat reproduksi laki-laki dan fungsinya berikut ini benar, kecuali... 
a. skrotum berfungsi sebagai pembungkus te$tis 
b. tubulus seminiferus berfungsi sebagai tempat produksi $perma 
c. vas deferens berfungsi sebagai tempat pematangan $perma 
d. uretra berfungsi sebagai saluran tempat keluarnya $perma

Jawaban: c. vas deferens berfungsi sebagai tempat pematangan $perma

3. Pernyataan yang benar terkait dengan jumlah kromosom $permatogonium dan $permatozoa adalah....  
a. $permatogonium bersifat diploid, $permatozoa bersifat haploid 
b. spermatogonium bersifat haploid, spermatozoa bersifat diploid 
c. $permatogonium bersifat diploid, $permatozoa bersifat diploid 
d. $permatogonium bersifat haploid, $permatozoa bersifat haploid

Jawaban: c. $permatogonium bersifat diploid, $permatozoa bersifat diploid

4. 0varium adalah tempat terjadinya.... 
a.  fertilisasi 
b.  implantasi 
c.  perkembangan bayi 
d.  pematangan 0vum

Jawaban: d.  pematangan 0vum

5. Pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah.... 
a. oogenesis dimulai sejak bayi dilahirkan 
b. ketika bayi perempuan lahir proses pembentukan sel telur sampai pada fase pembentukan oosit primer 
c. badan polar merupakan hasil pembelahan oosit sekunder secara meiosis 
d. hasil akhir oogenesis adalah satu 0vum dan tiga badan polar

Jawaban: d. hasil akhir oogenesis adalah satu 0vum dan tiga badan polar

6. Tahap oogenesis pada bayi perempuan yang baru lahir telah sampai pada fase.... 
a. oogonium 
b. ooosit primer 
c. oosit sekunder 
d. ootid

Jawaban: c. oosit sekunder

7. Hormon yang memicu berkembangnya folikel dan penebalan dinding rahim secara berturut-turut adalah.... 
a. FSH dan progesteron 
b. LH dan FSH 
c. LH dan estrogen 
d. estrogen dan progesteron

Jawaban: a. FSH dan progesteron

8. Berikut ini yang langsung terbentuk setelah proses fertilisasi adalah.... 
a. sel telur 
b. sel $perma 
c. zigot 
d. embrio

Jawaban: c. zigot 

9. Pada siklus men$truasi apabila fertilisasi tidak terjadi maka akan terjadi peristiwa berikut, kecuali... 
a. kehamilan 
b. estrogen dan progesteron menurun 
c. dinding rahim akan luruh 
d. men$truasi

Jawaban: 
a. kehamilan

10. Terdapat ciri penyakit sebagai berikut: 
1. Gejala awal berupa borok pada tempat masuknya bakteri 
2. Biasanya menyerang daerah sekitar kel4min 
3. Disebabkan oleh Treponema pallidum

Ciri-ciri penyakit di atas dimiliki oleh orang yang menderita penyakit.... 
a. Gonorhea 
b. Herpes Simplex 9enitalis 
c. Sifilis
d. HIV/AIDS 

Jawaban: c. Sifilis

B.  Jawablah soal-soal di bawah ini dengan jawaban yang benar dan tepat!

1. Jelaskan proses terjadinya menstruasi dan hormon yang berperan! 

Jawaban:
FSH yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari memicu perkembangan folikel dalam ovarium. Folikel yang berkembang akan menghasilkan hormon estrogen lalu disusul dengan hormon progesteron. Estrogen dan progesteron akan memicu dinding rahim untuk menebal mempersiapkan melekatnya embrio jika sel telur dibuahi. Estrogen yang dihasilkan memicu dikeluarkannya hormon LH oleh kelenjar pituitari. Hormon LH meningkat secara mendadak dan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang telah matang (ovulasi). Setelah sel telur keluar folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju tuba falopi. Apabila tidak ada sel sperma yang membuahi maka korpus luteum akan berhenti memproduksi estrogen dan progesteron. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan rusaknya jaringan dinding rahim dan pecahnya pembuluh darah sehingga terjadilah menstruasi.

2. Uterus atau rahim merupakan bagian dari sistem reproduksi pada mamalia. Sebutkan salah satu fungsi uterus.

Jawaban:
Fungsi uterus adalah melindungi bayi yang tumbuh, selain itu mbruterus merupakan tempat tumbuhnya embrio.

3. Bagaimanakah cara penularan HIV/AIDS? Jelaskan pula cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS!

Jawaban:
AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Seseorang dapat tertular virus HIV apabila melakukan kontak dengan penderita seperti berhubungan $eksual dengan orang yang memiliki HIV/AIDS atau menerima transfusi darah dari orang yang memiliki HIV/AIDS. Intinya HIV/AIDS dapat menular apabila seseorang bersinggungan dengan cairan yang berasal dari tubuh penderita seperti air man!, darah, dan air liur. Aktivitas seperti bebrbicara, berjabat tangan, dan berpelukan tidak akan membuat HIV/AIDS menular. Cara pencegahan agar tidak tertular HIV/AIDS adalah hindari hubungan $ek diluar nikah, hindari penggunaan jarum suntik secara bersama atau lebih dari satu kali pemakaian, melakukan hubungan b@dan hanya jika sudah menikah dan setia pada pasangan 

4. Pada proses fertilisasi, telur dapat dicapai oleh lebih dari satu $perma, namun secara normal hanya satu yang berfusi dengan membran plasma sel telur, dan selanjutnya inti haploid dari $perma dan telur berfusi membentuk satu inti yang diploid. Peristiwa dimana hanya satu $perma yang mampu membuahi sel telur disebut mono$permi. Bila satu sel telur dibuahi oleh lebih dari satu $p3rma disebut poli$permi. Poli$permi menyebabkan terbentuknya sel-sel triploid dan menyebabkan perkembangan embrio menjadi terhenti. Sel telur memiliki cara untuk mencegah terjadinya poli$permi melalui perubahan muatan listrik. Jelaskan mekanisme tersebut! 

Jawaban:
Salah satu cara pencegahan poli$permi adalah depolarisasi membrane sel telur. Depolarisasi membran sel telur meliputi perubahan-perubahan potensial elektrik membran yang berlangsung dengan cepat, mungkin hanya beberapa detik segera setelah $perma memasuki telur. Seperti halnya dengan membran sel yang lain, membran sel telur dapat membangkitkan potensial membran yang berbeda yang disebut resting potensial membran. Pada telur yang telah dibuahi, resting potensial membrannya bermuatan negatif. Fusi tubulus akrosom $perma dengan membran plasma telur, menyebabkan membran plasma mengalami depolarisasi dengan cepat menyebabkan membrannya menjadi bermuatan positif, dan selama 2-3 detik potensial membran sel seluruhnya menjadi positif. Potensial membran yang positif menyebabkan $perma yang lain tidak dapat berfusi dengan membran plasma sel telur. Kejadian tersebut merupakan dasar penghambatan poli$permi yang berlangsung dengan cepat.

5. Saat 0vum mengalami pembuahan, zigot yang dihasilkan akan berkembang dan menempel pada dinding endoterium yang sudah menebal. Oleh karena itu, ketebalan endoterium harus dipertahankan selama kehamilan. Jelaskan mekanisme hormonal untuk mempertebal dan mempertahankan ketebalan dinding endometrium! Buat grafik hubungan hormon FSH dengan ketebalan endometrium!

Jawaban:
Hormon FSH (follicle stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis merangsang pertumbuhan folikel. Folikel yang sedang tumbuh tersebut menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium (penebalan dinding rahim). Setelah terjadi ovulasi, korpus luteum akan menghasilkan hormone progesterone yang akan mempertahankan ketebalan dinding endometrium yang memungkinkan terjadinya implantasi. Setelah terjadi kehamilan dan terbentuk plasenta, plasenta ini selanjutnya akan menghasilkan HCG (human chorionic gonadotrophin) yang akan mempertahankan korpus luteum agar tidak berdegenerasi.

Baca juga:


Rangkuman Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Rangkuman Bab 2. Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Rangkuman Bab 3. Kependudukan dan Lingkungan (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Contoh Soal dan Jawabannya Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Contoh Soal Bab 2. Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan (IPA Kelas 9 SMP/MTs)


Contoh Soal Bab 3. Kependudukan dan Lingkungan (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

Baca juga:


Contoh Soal dan Jawabannya Bab 4. Partikel Penyusun Benda Mati dan Makhluk Hidup (IPA Kelas 9 SMP/MTs)

2 komentar untuk "Contoh Soal dan Jawabannya Bab 1. Sistem Reproduksi pada Manusia (IPA Kelas 9 SMP/MTs)"

  1. Minta tolong agar di cek dan diperbaiki dengan jawabannya yang benar agar yang latihan tidak mengikuti jawaban yang salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas masukannya. Jawaban sudah disesuaikan dengan Kunci Jawaban dari Buku Guru (Buku Guru IPA Kelas IX SMP/MTs)

      Hapus
Memuat...
close