Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah (Al-Quran Hadits Kelas X) ~ sekolahmuonline.com

Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah (Al-Quran Hadits Kelas X) ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini adalah materi Pendidikan Al-Quran  Hadits kelas X SMA/MA/SMK/MAK Muhammadiyah Bab Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah. Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. 
Allah subhanahu wa ta'ala telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk (ahsanu taqwim). Memiliki jasmani dan ruhani, yang dilengkapi dengan nafsu dan akal fikiran. Dengan nafsunya manusia menjadi memiliki gairah hidup untuk berjuang menggapai apa yang dicita-citakan, dan dengan akal fikirannya manusia akan dapat membedakan mana yang dibolehkan oleh agama dan mana yang dilarang oleh agama. 

Sebagai wujud rasa syukur sebagai makhluk Allah yang diciptakan dengan bentuk sebaik-baiknya adalah dengan taat beribadah kepada Allah dan mengabdi kepadaNya dengan sebaik-baiknya.

Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah

Tujuan Penciptaan Manusia

Manusia diciptakan oleh Allah dengan tujuan untuk beribadah (mengabdi) kepada Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran surat Adz-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (Adz-Dzariyat ayat 56)

Analisis Tajwid QS. Adz-Dzariyat ayat 56


No

Lafal


Hukum Bacaan

Alasan/Keterangan

1
مَا
Mad Thabi’i/Mad Ashli
Ada huruf hijaiyyah yaitu mim (م) berharakat fathah (ــَــ) bertemu dengan Alif
2
خَلَقْتُ
Qalqalah sughra
Ada huruf Qaf (ق) sukun/mati di tengah kata
3
الْجِنَّ
Alif lam qamariyah/idhar qamariyah
Alif lam (AL) ma’rifahnya terbaca jelas
4
وَالْإِنْسَ
Idhar qamariyah dan Ikhfa haqiqi
- Alif lam (AL) ma’rifahnya terbaca jelas
  Ada huruf nun (ن) sukun/mati bertemu huruf sin (س)
5
إِلَّا
Mad Thabi’i/Mad Ashli
Ada huruf hijaiyyah yaitu lam (ل) berharakat fathah (ــَــ) bertemu dengan Alif
6
لِيَعْبُدُونِ
Mad ‘aridh lissukun
Mad Thabi’I bertemu nun di akhir ayat

    Bila ada mad thabi’I bertemu huruf hijaiyyah yang disukun/mati dalam satu kata karena waqaf/berhenti

Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong. Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah).

Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut istilah (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah berikut ini:
Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin.
Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan.
Dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah dijelaskan pengertian ibadah. Menurut HPT, ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya, menjauhi larangan-laranganNya, dan mengamalkan segala yang diizinkan oleh Allah.
Ibadah ada yang umum (ghairu mahdhah) dan ada yang khusus (Mahdhah). Ibadah yang umum adalah segala amal yang diizinkan Allah. Sementara ibadah khusus adalah apa yang telah ditetapkan Allah akan perincian-perinciannya, tingkah, dan cara-caranya yang tertentu.

Contoh amal ibadah yang umum misalnya manusia beribadah dengan mendirikan sekolah, rumah sakit, lembaga ZIS (zakat, infaq, shadaqah), dan lain-lainnya.

Sedangkan ibadah yang bersifat khusus contohnya seperti: shalat, puasa, hajji, dan lain-lainnya. Ibadah-ibadah tersebut sifatnya final. Kita tidak boleh menambah-nambah atau berkreasi dengan model lainnya. Misal shalat subuh 2 rakaat. Karena dilaksanakan pagi hari dan kondisi badan sedang segar-segarnya, maka kita berkreasi dengan melaksanakan shalat subuh sebanyak 10 rakaat. Maka perbutan seperti ini dilarang dan berdosa.

Hadits Tentang Beribadah Dengan Mengesakan Allah

عن جابر بن عبد الله -رضي الله عنهما- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال: "مَنْ لَقِيَ الله لا يُشْرِك به شَيئا دخل الجنَّة، ومن لَقِيَه يُشرك به شيئا دخَل النار".  
 - [رواه مسلم.]

"Barang siapa menjumpai Allah (mati) dalam keadaan tidak mempersekutukanNya dengan suatu apapun pasti dia masuk surga, dan barang siapa menjumpai Allah (mati) dalam keadaan mempersekutukanNya dengan suatu apapun pasti dia masuk neraka. (HR. Muslim)

"Barang siapa menjumpai Allah (mati) dalam keadaan tidak mempersekutukanNya dengan suatu apapun pasti dia masuk surga, dan barang siapa menjumpai Allah (mati) dalam keadaan mempersekutukanNya dengan suatu apapun pasti dia masuk neraka. (HR. Muslim)


Hadits riwayat Muslim ini berisi jaminan bagi manusia yang menyembah (beribadah) hanya kepada Allah, pasti dia kelak akan masuk surga. Pelajar Muhammadiyah harus selalu menjunjung tinggi kalimat tauhid (Laa ilaaha illallaah) dalam hidupnya. Menjaganya dan mengaplikasikan tuntutan dari kalimat tauhid tersebut sepanjang hidupnya. Sehingga kelak ketika berjumpa Allah dalam kondisi mentauhidkan (mengesakan) Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Manusia Sebagai Khalifah di Bumi

Ayat Al-Quran tentang Manusia Sebagai Khalifah

- QS. Al-Baqarah ayat 30

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً  ۗ  قَالُوْۤا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ ۚ  وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ ۗ  قَالَ اِنِّيْۤ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

wa iz qoola robbuka lil-malaaa`ikati innii jaa'ilun fil-ardhi kholiifah, qooluuu a taj'alu fiihaa may yufsidu fiihaa wa yasfikud-dimaaa`, wa nahnu nusabbihu bihamdika wa nuqoddisu lak, qoola inniii a'lamu maa laa ta'lamuun

Artinya:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)

Isi kandungan QS. Al-Baqarah ayat 30:
- Allah menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di bumi
- Malaikat meragukan (sangsi) terhadap kemampuan manusia
- Keraguan malaikat dibantah langsung oleh Allah
- Allah menegetahui apa yang tidak diketahui malaikat (Allah Maha Tahu)

Hadits Tentang Kepemimpinan

" Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin". (Muttafaqun 'alaih/HR. Bukhari dan Muslim)

Potensi yang Dimiliki Manusia

Sebagai hamba Allah ('Abdullah) dan untuk menjalankan misinya sebagai khalifah  di muka bumi (khalifatullah fil ardhimanusia dibekali oleh Allah berupa potensi yang luar biasa. Yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. 

Allah berfirman dan QS. An-Nahl ayat 78:

Allah SWT berfirman:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا  ۙ  وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصٰرَ وَالْاَفْئِدَةَ   ۙ  لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

wallohu akhrojakum mim buthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syai`aw wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abshooro wal-af`idata la'allakum tasykuruun

"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 78)

Rangkuman


Contoh Soal Materi Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah (Al-Quran Hadits Kelas X)


Posting Komentar untuk "Taat Beribadah dan Khalifah yang Amanah (Al-Quran Hadits Kelas X) ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...