Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rangkuman Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha ~ sekolahmuonline.com

Rangkuman Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini Sekolahmuonline sajikan Rangkuman atau ringkasan mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 yang membahas tentang Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha. Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat.
Rangkuman atau ringkasan mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha ~ sekolahmuonline.com
Sejarah Indonesia kelas X Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha terdiri dari tiga kegiatan pembelajaran:
- Kegiatan Pembelajaran Pertama: Pengaruh masuknya budaya Hindu Budha terhadap perkembangan budaya di Indonesia
- Kegiatan Pembelajaran Kedua: Kerajaan Kerajaan Hindu Budha Tertua di Indonesia (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya)
- Kegiatan Pembelajaran Ketiga: Kerajaan Kerajaan Mataram, Kediri, Singosari, Majapahit

Rangkuman Sejarah Indonesia Kelas X Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha

Rangkuman berikut Sekolahmuonline sajikan per kegiatan pembelajaran. Mulai dari kegiatan pembelajaran pertama, kedua, hingga ketiga. 

A. Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 1: Pengaruh Masuknya Budaya Hindu Budha Terhadap Perkembangan Budaya di Indonesia

1. Masuknya budaya dari India baik yang bercorak Hindu maupun Budha tidak terlepas dari terjadi perubahan jalur lalu lintas pelayaran dagang antara India dengan Cina pada abad 1 yang semula pedagang pedagang baik dari India ke Cina maupun sebaliknya menggunakan jalan darat atau yang dikenal dengan jalan sutera (The Silk Road), beralih menggunakan jalur darat.

2. Proses interaksi antara pedagang pedagang India dengan masyarakat di nusantara bersifat akulturasi yaitu bertemunya dua unsur kebudayaan yang dapat hidup saling berdampingan serta saling mengisi tanpa menghilangkan unsur unsur asli dari kedua kebudayaan tersebut. Namun dalam hal sistem huruf tidak terjadi proses interaksi yang bersifat akulturasi melainkan bersifat adopsi dikarenakan sebelum masuknya budaya dari India bangsa Indonesia belum mengenal tulisan, sehingga dikatakan masih berada pada masa praaksara.

3. Terjadinya akulturasi antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan India adalah karena kebudayaan Hindu–Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima begitu saja oleh bangsa Indonesia disebabkan sebelum masuknya budaya dari India, bangsa Indonesia sudah memiliki kepandaian local (local genius).

4. Akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan kebudayaan asli Indonesia terjadi diberbagai bidang diantaranya: seni bangun, seni rupa, seni pertunjukan, sistem kepercayaan, sistem pemerintahan.

5. Tidak terjadi proses akulturasi dalam hal perkembangan sistem huruf di Indonesia, melainkan yang terjadi adalah proses adopsi, karena sebelum masuknya budaya dari India, masyarakat Indonesia belum memiliki kepandaian menulis. Sehingga masuknya budaya menulis dari India ini membawa bangsa Indonesia masuk kedalam Jaman Sejarah

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 2: Kerajaan Kerajaan Hindu Budha Tertua di Indonesia (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya)

1. Berdasarkan Prasasti Kutai yang berangka tahun 475 M, dapat dikatakan Kerajaan Kutai adalah kerajaan Tertua di Indonesia yang dipimpin oleh Kudungga, berdasarkan namanya saat itu belum menganut budaya India dan masih beragama nenek moyang Indonesia. Untuk menganut agama Hindu dan mendapat pengakuan Kasta maka Kudungga dan keturunanya mengadakan upacara pensucian diri yang disebut Vratyastoma.

2. Sistem kepercayaan yang berkembang pada masyarakat Kutai adalah Hindu . Tetapi di luar golongan brahmana dan ksatria, sebagian besar masyarakat Kutai masih menjalankan adat istiadat dan kepercayaan asli mereka. Jadi, walaupun Hindu telah menjadi agama resmi kerajaan, masih terdapat kebebasan bagi masyarakatnya untuk menjalankan kepercayaan aslinya.

3. Raja pertama yang berkuasa di kerajaan kutai. Pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun.

4. Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman yang menjadi penerusnya. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai seperti yang banyak disebutkan dalam Prasasti Kutai

5. Letak Kerajaan Tarumanegara berada di Jawa Barat di tepi Sungai Cisadane, yang saat ini merupakan wilayah Banten. Kerajaan Tarumanegara berpusat di Sundapura, yang saat ini dikenal sebagai Bekasi. Wilayah kekuasan Kerajaan Tarumanegara hampir meliputi seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten. Bahkan, Kerajaan Tarumanegara juga memiliki pengaruh besar pada kerajaan yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

6. Terdapat dua golongan dalam masyarakat. Pertama, golongan masyarakat yang berbudaya Hindu, kelompok ini terbatas pada lingkungan keraton saja. Kedua, golongan masyarakat yang berbudaya asli yang meliputi bagian terbesar penduduk Tarumanegara, meskipun demikian, mereka tetap rukun . Berdasarkan berita dari Fa-hsien, bahwa pada awal abad 5 M, di Tarumanegara terdapat tiga agama, yaitu agama Buddha, Hindu dan agama yang kotor. Dari ketiga agama tersebut, agama Hindu merupakan agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat, hal itu diperkuat dengan adanya bukti-bukti prasasti dan arca.

7. Kerajaan Tarumanegara berakhir abad ke-7 M. Karena sejak abad tersebut tidak ada lagi berita-berita yang dapat dihubungkan dengan nama rajanya. Menurut Ir. J.L. Moens dari Prasasti Kota Kapur ± 686 M di Pulau Bangka tentang perjalanan Dapuntahyang ke Bhumi Jawa dengan membawa 20.000 tentara dengan maksud untuk menghukum negeri tersebut yang tidak mau tunduk pada Sriwiaya runtuhnya Kerajaan Tarumanegara pada akhir abad tersebut disebabkan oleh penyerangan Sriwijaya.

8. Banyak pendapat yang mengaemukakan tentang letak Kerajaan Sriwijaya ada yang mengatakan di jambi, ada yang mengatakan di Palembang , hal ini disebabkan Kerajaan sriwijaya bercorak maritim sehingga memiliki kebiasaan untuk berpindah-pindah pusat kekuasaan.

9. Kerajaan Sriwijaya terletak di wilayah yang strategis sehingga mampu menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional selama berabad-abad dengan menguasai Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa.

10. Kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran pada abad ke 13M. Kemunduran ini terjadi karena adanya beberapa faktor, di antaranya adalah faktor alam, ekonomi, politik, dan militer.

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 3: Kerajaan Kerajaan Mataram, Kediri, Singosari, Majapahit

1. Sejak semula tampak bahwa letak geografis nusantara memainkan peranan penting sejak jaman Praaksara. Peran itu ditunjukan pada jaman Hindu Budha, ketika jalur utama dalam pelayaran samudera semakin pesat dan mengitegrasikan daerah antarpulau. Kondisi ini pada akhirnya telah menumbuhkan kekuatan ekonomi dan politik yang besar di nusantara terutama era kerajaan Sriwijaya, Singhasari, Majapahit.

2. Tumbuhnya negara negara tradisional (kerajaan) yang bercorak Hindu Budha tidak hanya mewariskan peninggalan peninggalan sejarah dengan peradaban yang lebih tinggi dari masa nenek moyang sebelumnya, tetapi juga dihasilkan karya monumental. Selain itu juga kekayaan pemikiran mengenal konsep kekuasaan, Bahasa, dan sastra semuanya terbentuk dalam kehidupan sehari hari dan sebagian besar masih hidup dalam masyarakat sampai sekarang.

3. Secara umum negara negara kerajaan tradisional di nusantara mengalami kesamaan faktor-faktor yang mendorong kemajuan dan kemunduran kerajaan kerajaan tradisional.

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan rangkuman atau ringkasan mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha. Rangkuman Sekolahmuonline rujuk dari Modul PJJ Sejarah Indonesia kelas X dengan dikemas lagi agar lebih mudah dibaca dan dipelajari. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Lengkap Soal Sejarah Indonesia kelas 10 dan Kunci Jawaban serta pembahasannya dapat Anda baca dan pelajari pada tautan/link di bawah ini:

Posting Komentar untuk "Rangkuman Sejarah Indonesia Kelas 10 Bab 6 Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan, dan Budaya pada Masa Kerajaan Hindu - Budha ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close