Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rangkuman PAIBP Kelas 7 Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup (PAIBP Kelas VII SMP) ~ sekolahmuonline.com

Rangkuman PAIBP Kelas 7 Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup (PAIBP Kelas VII SMP) ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk Anda khususnya adik-adik yang kini berada di kelas VII SMP khususnya SMP yang menggunakan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar) Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas VII. Pada postingan kali ini Sekolahmuonline sajikan Rangkuman atau Ringkasan PAIBP Kelas 7 Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup.
Rangkuman PAIBP Kelas VII SMP Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup
PAIBP Kelas VII Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup adalah salah satu Bab yang ada di semester ganjil atau semester 1. Secara urutan dalam buku PAIBP Kelas VII SMP masuk pembahasan pertama di semester ganjil.

Sebelum masuk ke rangkuman atau ringkasan, baca kisah menarik inspiratif berikut ini:

Kesuksesan Ima̅m al-Sya̅fi’i dalam Ilmu Agama

Nama Ima̅m al-Sya̅fi’i sudah tidak asing di telinga kita. Beliau seorang ulama mazhab dengan penguasaan ilmu yang luas dan mendalam. Mazhabnya banyak dianut oleh mayoritas penduduk Indonesia. Beliau hafal Al-Qur’an sejak berusia 7 tahun, dan mampu menghafal banyak Hadis pada usia 9 tahun. Beliau menjadi mufti saat berusia 14 tahun. Imam Aḥmad bin Ḥanbal menyanjung Ima̅m al-Sya̅fi’i. Al-Syafi’i laksana matahari untuk bumi, dan kesehatan untuk badan. Adakah yang sanggup menggantinya?”

Muhammad bin Idris adalah nama asli Ima̅m al-Sya̅fi’i. Beliau lahir di Gaza, Palestina pada tahun 150 H. Beliau anak yatim, karena ayahnya yang bernama Idris wafat di usia muda. Ibundanya yang mengasuh dan membesarkan dirinya.

Ima̅m al-Sya̅fi’i dilepas ibunda untuk belajar ke Mekah saat usia 10 tahun. Beliau belajar pada beberapa ulama, menghafal ribuan Hadis, juga mendalami berbagai disiplin keilmuan. Mekah dipilih ibunda, karena tempat bernaungnya Kakbah merupakan tempat yang kondusif untuk belajar karena di sana terdapat ulama-ulama besar. Meskipun masih kecil, ibunda rela melepas anaknya untuk belajar ke Mekah.

Ibunya pindah ke Mekah dalam perjalanan terakhirnya. Mina pernah menjadi daerah tempat tinggalnya. Ima̅m al-Sya̅fi’i sangat cerdas dalam mendalami Al-Qur’an dan Hadis. Beliau menjadi seorang ulama besar.

Ibu yang tak mengenal lelah memberikan dorongan dan usaha terbaik untuk putranya. Rahasia sukses Ima̅m al-Sya̅fi’i tak lepas dari peran ibunya. Seorang ibu menjadikan dirinya sebagai ulama besar. Dialah Fatimah binti ‘Ubaidillah. (Sumber: Yunanul Murod, Rahasia Sukses Ima̅m al-Sya̅fi’i, dalam Majalah Annur, Vo. 57)

Rangkuman PAIBP Kelas VII Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup

1. Al-Qur’an adalah wahyu Allah Swt. berbahasa Arab, sebagai mukjizat, disampaikan secara mutawatir, tertulis dalam mushaf, dan membacanya adalah ibadah.

2. Sunah adalah semua yang bersumber dari Nabi Muhammad saw. baik perkataan, perbuatan, taqri̅r, tabiat, budi pekerti atau perjalanan hidupnya.

3. Hadis adalah perkataan, perbuatan, dan taqri̅r yang bersumber Nabi Muhammad saw. Ada pula ulama yang menyamakan sunah dengan Hadis.

4. Khabar adalah sesuatu yang berasal atau disandarkan kepada nabi dan selain nabi.

5. Aṡar adalah sesuatu yang disandarkan sahabat dan tabiin.

6. Fungsi sunah adalah menetapkan dan memperkuat apa yang telah diterangkan di dalam Al-Qur’an, menafsirkan terhadap ayat-ayat yang masih mutlak dan memberikan pengkhususan terhadap ayat-ayat yang masih umum, memberikan kepastian hukum Islam yang tidak ada di Al-Qur’an dan membatalkan ketentuan yang datang kemudian yang terdahulu, sebab ketentuan yang baru dianggap lebih cocok dengan lingkungannya dan lebih luas.

7. Huruf Alim Lam (ال ) Syamsiyyah terdiri atas 14 (empat belas) huruf, yaitu:
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

8. Huruf Alif Lām (ال) Qamariyyah terdiri atas 14 (empat belas) huruf, yaitu:
ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

9. Kandungan Q.S. an-Nisā’/4: 59 adalah menjelaskan untuk patuh dan taat kepada Allah Swt., Rasulullah dan pemimpin-pemimpin kita, serta menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber hukum.

10. Kandungan Q.S. an-Naḥl/16: 64 menjelaskan kepada seluruh manusia apabila ada perdebatan dalam masalah agama seperti tauhid, takdir, dan hukum agar kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis. Al-Qur’an dijadikan petunjuk dan rahmat bagi umat Islam.

11. Semangat mendalami Al-Qur’an dapat dilakukan dengan membaca AlQur’an dengan baik, memahami terjemah, dan membaca buku tafsir.

12. Semangat mendalami Hadis dapat diwujudkan dengan membaca bukubuku yang berkenaan dengan Hadis.

13. Berkonsultasi dengan guru terkait bacaan atau kandungan Al-Qur’an dan Hadis menjadi ciri semangat dalam mendalami Al-Qur’an dan Hadis.

Profil Pelajar Pancasila

Setelah mempelajari materi Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup, sebagai manusia Indonesia yang beriman dan mengamalkan Pancasila, kalian diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih bermutu. Berikut ini karakter yang diharapkan:
1. Mencintai pada ilmu pengetahuan.
2. Terbiasa menjalankan perintah agama sebagai penerapan dari ilmu.
3. Terbiasa memberi kemudahan/kelapangan bagi orang lain.
4. Mandiri dan senantiasa menggali potensi diri.
5. Berpikir kritis dan senantiasa ingin mencari tahu.
6. Semangat dalam mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
7. Hormat dan patuh pada guru.
8. Tawakal atas semua hasil yang diperoleh

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 7 SMP Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup yang Sekolahmuonline rujuk dari Buku PAIBP Kelas VI SMP. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Posting Komentar untuk "Rangkuman PAIBP Kelas 7 Bab 1 Al-Qur’an dan Sunah sebagai Pedoman Hidup (PAIBP Kelas VII SMP) ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...