Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran (PAIBP Kelas VIII SMP) ~ sekolahmuonline.com

Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran (PAIBP Kelas VIII SMP) ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk Anda khususnya adik-adik yang kini berada di kelas VIII SMP khususnya SMP yang menggunakan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar) Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas VIII. Pada postingan kali ini Sekolahmuonline sajikan Rangkuman atau Ringkasan PAIBP Kelas 8 Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah:Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran.
Rangkuman atau ringkasan mata pelajaran PAIBP Kelas 8 SMP Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran
PAIBP Kelas VIII Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran adalah salah satu Bab yang ada di semester ganjil atau semester 1. Secara urutan dalam buku PAIBP Kelas VIII SMP masuk pembahasan kedua di semester ganjil.

Sebelum masuk ke rangkuman atau ringkasan, baca kisah menarik inspiratif berikut ini:

Sejarah Pembukuan Al-Qur’an “Mushaf Usmani”

Siswa yang budiman, tentunya kalian tahu bahwa al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur. Pada masa Nabi Muhammad saw, al-Qur’an dihafalkan dan ditulis di berbagai media seperti lembaran lontar, batu tulis, pelepah kurma, tulang rusuk unta, maupun kulit binatang. Tulisan-tulisan al-Qur’an ini terserak dan tidak terkumpul di satu tempat.

Pada masa kepemimpinan Abu Bakar, al-Qur’an ditulis ulang. Berdasarkan kekhawatiran terhadap banyak penghafal al-Qur’an yang meninggal dalam peperangan, Umar bin Khttab mengusulkan agar alQur’an dibukukan. Abu Bakar kemudian menunjuk Zaid bin Tsabit, sekretaris penulisan wahyu pada masa Nabi Muhammad saw sebagai ketua tim.

Akhirnya tulisan al-Qur’an yang masih terserak berhasil disatukan dalam bentuk lembaran-lembaran. Saat itu al-Qur’an masih dalam bentuk lembaran-lembaran yang tidak dijilid atau disebut dengan suhuf. Suhuf al-Qur’an ini kemudian disimpan di rumah Hafsah, istri Nabi Muhammad saw.

Pada masa kepemimpinan Usman bin Affan, agama Islam semakin berkembang luas. Saat itu ditemukan perbedaan bacaan al-Qur’an di antara umat Islam. Jika perbedaan ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi perpecahan di kalangan umat Islam, seperti perpecahan umat Yahudi dan Nasrani yang memiliki banyak versi tentang kitab suci mereka. 

Usman bin Affan kemudian membentuk tim penyusun mushaf al-Qur’an. Tim ini juga diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Tim kemudian mengumpulkan suhuf al-Qur’an yang dimiliki oleh umat Islam untuk diteliti keasliannya. Setelah proses penelitian yang ketat selesai, disusunlah salinan suhuf al-Qur’an dalam bentuk mushaf sejumlah lima naskah. Empat di antaranya dikirimkan ke Mekah, Syiria, Basrah, dan Kufah. Sementara satu naskah lagi tetap berada di Madinah dan disebut sebagai mushaf al-Imam.
Sumber: Buku PAIBP kelas VIII SMP

Rangkuman PAIBP Kelas VIII Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran

1. Iman Kepada kitab Allah adalah membenarkan bahwa Allah Swt mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Setiap muslim wajib beriman kepada semua kitab yang diturunkan oleh Allah Swt kepada para rasul-Nya, baik secara secara ijmali (global) maupun tafsili (terperinci).

2. Ada sejumlah kitab dan suhuf Allah yang disebutkan di dalam al-Qur’an dan hadis nabi, yaitu Zabur, Taurat, Injil, dan al-Qur’an, serta suhuf Musa dan Ibrahim.

3. Seorang muslim yang beriman kepada al-Qur’an dengan benar akan menampilkan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari, seperti berkata jujur, bertanggung jawab, dapat dipercaya, menghargai perbedaan, mengormati orang tua, dan lain sebagainya.

4. Hubungan yang harmonis di antara orang-orang yang beriman kepada kitab Allah dapat diwujudkan dalam perilaku yang saling menghargai perbedaan, saling menghormati antar sesama, serta saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam membangun masyarakat.

Profil Pelajar Pancasila

Setelah mempelajari PAIBP kelas VIII materi Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran, sebagai manusia Indonesia yang beriman dan mengamalkan Pancasila, kalian diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih bermutu. Berikut ini karakter yang diharapkan:
1. Meyakini kitab al-Qur’an dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul terdahulu
2. Mengamalkan keyakinan terhadap al-Qur’an dalam bentuk akhlak mulia
3. Menolak terlibat dalam menyebarkan ujaran kebencian terhadap umat yang beragama lain
4. Menghormati dan menghargai perbedaan di antara umat beragama
5. Siap bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua umat beragama dalam membangun masyarakat dan bangsa
6. Mengampanyekan harmoni antar umat beragama secara kreatif

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 8 SMP Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah:Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran yang Sekolahmuonline rujuk dari Buku PAIBP Kelas VIII SMP. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Untuk rangkuman atau ringkasan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka Belajar dapat Anda baca pada judul-judul di bawah ini:

Posting Komentar untuk "Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 2 Meyakini Kitab-Kitab Allah: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an yang Toleran (PAIBP Kelas VIII SMP) ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close