Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 Bab 12 Kritik Musik (Seni Budaya Kelas X SMA/MA/SMK/MAK) ~ Semester 2

Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 Bab 12 Kritik Musik (Seni Budaya Kelas X SMA/MA/SMK/MAK) ~ Semester 2. Pembaca Sekolahmuonline, kembali Sekolahmuonline sajikan untuk Anda khususnya adik-adik kelas 10 Contoh Soal Lengkap dengan Jawabannya mata pelajaran Seni Budaya Kelas 10 SMA/MA/SMK/MAK Semester 2 atau semester genap. Kali ini Sekolahmuonline akan membahas Bab 12 yang membahas tentang Kritik Musik.

Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 SMA/MA/SMK/MAK Bab 12 Kritik Musik

Baca juga:

Perlu pembaca Sekolahmuonline ketahui semua khususnya adik-adik yang duduk di kelas 10, bahwa setelah mempelajari Bab 12 ini peserta didik diharapkan dapat:

1. Mengidentifikasi aspek-aspek dalam pertunjukan musik sebagai objek kritik musik.

2. Mengidentifikasi beberapa kritik musik dalam kompetisi musik.

3. Menguraikan dasar-dasar pengetahuan untuk melakukan kritik musik.

4. Membedakan jenis-jenis kritik musik.

5. Menguraikan manfaat jenis kritik pedagogik.

6. Membedakan langkah-langkah dalam kritik musik.

7. Menguraikan hasil pengamatan sebagai bagian dari tahap deskripsi dalam kritik musik.

8. Menganalisis aspek musikal sebagai bagian dari tahap analisis formal dalam kritik musik.

9. Menguraikan hasil penafsiran terhadap nilai-nilai estetik dalam pertunjukan sebagai bagian dari tahap interpretasi dalam kritik musik.

10. Menyimpulkan atau memberi penilaian terhadap pertunjukan sebagai bagian dari tahap evaluasi dalam kritik musik.

11. Mengkritisi suatu pertunjukan musik yang didasarkan pada pengetahuan, analisis, dan interpretasi terhadap objek kritik secara lisan.

12. Menguraikan kritik musik terhadap suatu pertunjukan musik dalam bentuk laporan tertulis.


Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 Bab 12 Kritik Musik


1. Jelaskan pengertian kritik!


Jawaban/Pembahasan:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kritik diartikan sebagai kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.


2. Apa yang dimaksud dengan kritik musik dalam pertunjukan seni? Jelaskan!


Jawaban/Pembahasan:

Berdasarkan pengertian kritik dari sumber KBBI maka kritik musik dalam pertunjukan seni dapat diartikan sebagai pertimbangan baik buruk terhadap kemampuan seseorang atau kelompok dalam memproduksi musik/lagu atau karya musik dalam pertunjukan seni.


Dengan kata lain, kritik musik dalam pertunjukan seni memperlihatkan objek dari kritik, yaitu musik, yang berhubungan dengan nada, ritme, harmoni, intensitas, warna suara, interpretasi, dan ekspresi.


3. Apa peranan juri dalam suatu kompetisi atau pertunjukan musik?


Jawaban/Pembahasan:

Peranan juri dalam suatu kompetisi atau pertunjukan musik dapat disamakan dengan orang yang memberi kritik atau kritikus. 


Kritikus tidak hanya dipandang sebagai penilai, tetapi juga sebagai seorang apresiator, yaitu seseorang yang dapat menghargai karya yang sedang ia amati. 


Dengan kata lain, seorang kritikus tidak hanya dapat menilai produksi musik sebagai ‘baik’ atau ‘buruk’, tetapi juga dapat menguraikan atau menjelaskan mengapa ia menilai musik itu ‘baik’ atau ‘buruk’. 


4. Sebutkan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang kritikus musik!


Jawaban/Pembahasan:

Seorang kritikus harus memiliki beberapa kemampuan dasar, diantaranya:

- Pertama, seorang kritikus harus memiliki kemampuan atau pengalaman untuk mengobservasi atau mengamati suatu lagu dengan teliti.

- Kedua, seorang kritikus harus memiliki kemampuan atau pengalaman mendengarkan lagu dari beragam genre musik, seperti pop, jazz, klasik Barat, keroncong, dangdut, tradisi, dan lain-lain. 

Tidak hanya memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang lagu dari beragam jenis atau genre musik, tetapi seorang kritikus harus memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang gaya lagu dari masing-masing genre.

Selain itu, seorang kritikus juga harus memiliki pengetahuan tentang tingkat kesulitan lagu-lagu yang dinyanyikan atau dimainkan oleh musisi (penyanyi dan pemain musik).

- Ketiga, seorang kritikus harus memiliki wawasan untuk memahami bagaimana suatu lagu atau musik sebaiknya dihasilkan oleh musisi (penyanyi atau pemain musik) sehingga terdengar lebih menarik bagi penonton atau pendengar.


5. Sebutkan jenis-jenis kritik musik!


Jawaban/Pembahasan:

Dalam bukunya Kritik Seni Rupa, Sem C. Bangun (2011) mengemukakan empat jenis kritik seni, yaitu:

- kritik jurnalistik

- kritik pedagogik

- kritik ilmiah

- kritik populer


6. Mengapa kita perlu memahami kritik pedagogik? Mengapa kritik pedagogik dipandang dapat memotivasi bakat dan potensi siswa di sekolah?


Jawaban/Pembahasan:

Kritik pedagogik dipandang penting untuk dipahami siswa karena materi tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran musik di sekolah, seperti halnya kamu mempelajari konsep-konsep musik, permainan musik, dan pertunjukan musik. 

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, di satu sisi, kritik pedagogik bertujuan untuk membuat siswa yang dikritik mengetahui kekurangannya dalam bermain musik dan memahami mengapa kekurangan itu terjadi. 

Selain itu, kritik pedagogik bertujuan untuk memberi pengalaman pada siswa yang dikritik maupun siswa yang mengkritik untuk belajar berargumentasi atau berani mengemukakan pandangannya tentang musik atau lagu.

Melalui pemahaman tentang kritik pedagogik, seorang siswa tidak hanya dapat menilai hasil karya musik siswa lain dengan mengatakan: ‘benar’ atau ‘salah’, ‘bagus’ atau ‘tidak bagus’ saja, tetapi siswa tersebut dapat memberi penjelasan atas penilaiannya tersebut sebagai upaya untuk memotivasi bakat dan potensi siswa lain. 

Upaya itu akan menjadi lebih baik apabila siswa yang memberi kritik juga dapat memberi masukan atau input kepada siswa yang dikritik.


7. Dalam teori kritik seni dikenal empat tahap kegiatan. Sebutkan dan jelaskan!


Jawaban/Pembahasan:

Dalam teori kritik seni dikenal empat tahap kegiatan, yaitu: deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi atau penilaian.


- Tahap Deskripsi

Tahap deskripsi mengacu pada suatu proses pengumpulan data yang secara langsung diperoleh oleh kritikus. Dalam tahap ini, kritikus hanya mengemukakan hasil pengamatannya terhadap suatu objek, yaitu musik atau pertunjukan musik. Penilaian ‘bagus’ atau ‘tidak bagus’; ‘benar’ atau ‘salah’ tidak masuk dalam tahap ini. Misalnya, mengemukakan pengamatan kritikus terhadap permainan musik siswa lain dan mengemukakan bagaimana cara siswa itu mengekspresikan musik yang ia mainkan. Dalam tahap ini siswa yang memberi kritik tidak mengatakan bahwa permainan musik tidak ekspresif atau kurang bagus. 


- Tahap Analisis Formal

Tahap analisis formal mengacu pada suatu proses analisis yang dilakukan oleh siswa yang memberi kritik atau kritikus terhadap musik yang dimainkan. Dalam tahap ini, kritikus mengemukakan hasil analisisnya tentang bunyi yang dihasilkan, baik nada, ritme, harmonisasi akor, dinamika, atau warna suara dari musik atau lagu yang dimainkan. Dengan kata lain, tahap analisis formal ini lebih menekankan pada elemen-elemen musik yang dimainkan.


- Tahap Interpretasi

Tahap interpretasi mengacu pada suatu proses ketika kritikus memaknai musik berdasarkan pemahaman dan analisis yang telah dilakukannya dengan teliti. Menurut Bangun (2011), tahap ini juga tidak bertujuan untuk menilai musik yang diamati.


- Tahap Evaluasi atau Penilaian

Tahap evaluasi mengacu pada suatu proses ketika kritikus menyatakan pandangan atau kritiknya terhadap musik yang dimainkan. Pada tahap ini lah kritikus memberi penilaian. Namun, penilaian yang diberikan oleh seorang kritikus bukan penilaian subjektif yang tidak berdasar, tetapi penilaian yang dilatarbelakangi oleh pemahaman mendalam terhadap musik, kemampuan menganalisis musik, dan kemampuan memaknai musik yang dimainkan. Inti dalam tahap ini adalah ‘baik’ atau ‘buruk’, ‘benar’ atau ‘salah’, atau ‘berhasil’ atau ‘gagal’. Penilaian terhadap ‘baik’, ‘benar’, atau ‘berhasil’ berhubungan dengan penilaian-penilaian positif yang ditemukan kritikus, sedangkan penilaian terhadap ‘buruk’, ‘salah’, atau ‘gagal’ berhubungan dengan penilaian-penilaian negatif. Apa pun bentuk penilaian itu, positif atau negatif, memiliki tujuan yang baik dalam pembelajaran musik di sekolah, yaitu memotivasi serta mendukung potensi dan pengetahuan siswa dalam bidang musik.

Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 Semester 2 (Semester Genap) Lengkap dapat dilihat dan dibaca postingan Sekolahmuonline berikut ini:

Posting Komentar untuk "Contoh Soal Seni Budaya Kelas 10 Bab 12 Kritik Musik (Seni Budaya Kelas X SMA/MA/SMK/MAK) ~ Semester 2"

Memuat...
close