Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Lengkap Soal Geografi Kelas 11 Bab 1 Indonesia Sebagai Poros Maritim [Part 2]~ sekolahmuonline.com

Lengkap Soal Geografi Kelas 11 Bab 1 Indonesia Sebagai Poros Maritim [Part 2]~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini Sekolahmuonline sajikan kembali lengkap soal mata pelajaran Geografi kelas XI SMA/MA Bab 1 tentang Indonesia Sebagai Poros Maritim disertai jawaban atau pembahasannya. Soal-soal di bawah ini Sekolahmuonline olah dari Modul PJJ mata pelajaran Geografi kelas XI SMA. Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat. Jangan lupa berbagi kepada yang lainnya.
Lengkap Soal Geografi Kelas 11 Bab 1 Indonesia Sebagai Poros Maritim Part 2
Oh ya, sebagaimana dijelakan pada postingan sebelumnya Geografi kelas 11 Bab 1 teks terdiri dari dua kegiatan pembelajaran, yaitu:
- Pertama: Letak, Luas, Batas dan Karakteristik Wilayah Indonesia.
- Kedua: Jalur, Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia.

Bagi Anda yang belum membaca soal Bab 1 Bagian Pertama (Part 1) silahkan baca postingan Sekolahmuonline.com yang berjududl:

Lengkap Soal Geografi Kelas XI Bab 1 Indonesia Sebagai Poros Maritim

Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar dan tepat!

1. Perkembangan jalur transportasi dan perdagangan di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa masa. Sebutkan dan jealskan!

Jawaban:
Perkembangan jalur transportasi dan perdagangan di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa masa sebagai berikut:
1) Masa Kerajaan
Pola jalur perdagangan pun sudah terbentuk sejak kerajaan-kerajaan masa lampau yang menjadikan sektor kemaritiman sebagai ujung tombak kebijakan kerajaan. Hal tersebut dapat dilihat dari catatan sejarah bahwa kerajaan-kerajaan di Nusantara banyak melakukan hubungan dagang dengan bangsa lain seperti Cina, India, Arab bahkan Eropa.
Indonesia yang sejak masa lalu menjadi daerah persinggahan kapal-kapal dagang asal berbagai wilayah turut berkembang dan menjadi pusat-pusat perdagangan, khususnya kawasan selat Malaka. Di selat Malaka dan sekitar pesisir timur Sumatera banyak berkembang kerajaan baru yang memanfaatkan potensi tersebut salah satunya adalah Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya (abad ke-6 hingga 10 M), menguasai seluruh jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara melalui Selat Malaka dan Selat Sunda.
Selain kerajaan Sriwijaya, dunia kemaritiman di Indonesia kembali berkembang sejak jaman kerajaan Majapahit dimana masa keemasannya yang dipimpin Raja Hayam Wuruk yang didukung oleh Patih Gajah Mada melalu Sumpah Palapa yang ingin menyatukan wilayah Nusantara, Kerajaan Majapahit Melakukan kegiatan ekspor rempah-rempah dengan pelabuhan tersibuk di daerah Bubat dan Canggu.

2) Masa Kolonial
Pada masa kolonial kemaritiman nusantara kengalami kemunduran karena jalur-jalur perdagangan di kuasai oleh asing, sebagai berikut:
a) Kolonialisme Belanda, Masuknya Kongsi Dagang Perusahaan Hindia Timur (VOC) yang menguasai jalur perdagangan dan sumber daya milik Indonesia
b) Kolonialisme Jepang -> Menyita kapal penting Indonesia bernama Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) dan jarang dilalui kapal perdagangan internasional

3) Masa Kemerdekaan
Memulai kembali pembenahan di bidang kemaritiman, sebagai berikut;
a) Masa Orde Lama: Penataan Kembali Maritim, Pembentukan Deklarasi Djuanda yang berisi tentang hukum laut Indonesia dan pentingnya sektor ekonomi maritime, Melakukan nasionalisasi perusahaan maritim Belanda dengan mengubah dan mengelola perusahaannya menjadi milik Indonesia
b) Masa Orde Baru: Peralihan ke Pembangunan Darat, Menekankan adanya stabilitas ekonomi dan politik, Terjadi kemunduran maritim dikarenakan lebih fokus pada pembangunan transportasi darat
c) Masa Reformasi: Peningkatan Maritim, Deklarasi Bunaken, Departemen Eksplorasi Laut, Deklarasi Maritim Seruan Sunda Kelapa, Konferensi Laut Dunia oleh DEKIN, dan Visi Poros Maritim Dunia.

Seiring perkembangan teknologi pelayaran dan navigasi, pola jalur transportasi dan perdagangan internasional mengalami banyak penambahan jalur.

2. Jelaskan pengertian Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan sebutkan penentuan ALKI!

Jawaban:
Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) adalah Alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional. Alur ini merupakan alur untuk pelayaran dan penerbangan yang dapat dimanfaatkan oleh kapal atau pesawat udara asing diatas laut tersebut untuk dilaksanakan pelayaran dan penerbangan damai dengan cara normal. 
Penetapan ALKI dimaksudkan agar pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara secara terus menerus, langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang oleh perairan dan ruang udara teritorial Indonesia. ALKI ditetapkan untuk menghubungkan dua perairan bebas, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Semua kapal dan pesawat udara asing yang mau melintas ke utara atau ke selatan harus melalui ALKI.
Adapun penentuan ALKI sebagai berikut:
1) ALKI I : melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, Samudra Hindia
2) ALKI II : melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok.
3) ALKI III : Melintas Samudra Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, Laut Sawu, Samudra Hindia.

3. Jelaskan keuntungan keberadaan ALKI bagi Indonesia dan bagaimana dengan keberadaan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia bagi kapal-kapal dagang internasional?

Jawaban:
Keberadaan ALKI menunjukkan Indonesia sebagai negara yang strategis, sehingga memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi karena berada di jalur perdagangan Internasional. Posisi strategis ini haruslah menjadikan keunggulan bagi Indonesia karena akan disinggahi banyak kapal-kapal perdagangan yang bersandar di berbagai pelabuhan di Indonesia dan jelas akan memberikan dampak ekonomi langsung melalui pembelian bahan bakar kapal atau biaya-biaya lainnya. 
Namun, kenyataannya pelabuhan-pelabuhan di Indonesia tidak menjadi pilihan kapal-kapal dagang internasional untuk sekedar bersandar sewaktu berlayar melalui wilayah Indonesia, kapal-kapal dagang tadi lebih memilih bersandar di pelabuhan milik Singapura. Hal ini tentu harus menjadi perhatian dari pihak terkait khususnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan juga Kementerian Perhubungan agar dapat mengoptimalkan peranan pelabuhan yang representatif dan berstandar internasional, sehingga dapat menjadi pilihan alternatif bahkan menjadi pilihan utama kapal-kapal dagang internasional yang melalui wilayah perairan Indonesia.

4. Jelasakan apa yang kamu ketahui tentang tol laut?

Jawaban:
Tol laut adalah konsep untuk memperbaiki proses pengangkutan logistik di Indonesia. Sehingga diharapkan proses distribusi barang (terutama bahan pangan) di Indonesia menjadi semakin mudah. Kemudian, berdampak pada harga bahan pokok yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. Konsep tol laut ini bukan serta merta membuat jalan tol di atas laut. Melainkan jalur pelayaran bebas hambatan yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia. Rute utama tol laut adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Jakarta, Surabaya, Nusa Tenggara, Maluku, sampai Papua.

5. Jelaskan manfaat dari tol laut!

Jawaban:
Pembangunan tol laut bertujuan untuk mewujudkan konektivitas serta kesenjangan harga antara wilayah Barat dan Timur Indonesia yang disebabkan tidak adanya kepastian ketersediaan barang. Manfaat tol laut utama adalah penurunan harga di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah terluar, dan daerah perbatasan. Sebab selama ini terjadi disparitas (kesenjangan) harga pada beberapa barang kebutuhan pokok. Dengan adanya kapal-kapal reguler yang menjadi trayek tol laut, biaya transportasi angkutan turun untuk komoditas. Selama 2018, harga barangbarang juga turun pada beberapa lokasi sampai 20-30 persen dibandingkan sebelum adanya tol laut. Penurunan harga komoditas ini baru terjadi di wilayah sekitar pelabuhan. Tetapi harga barang di wilayah pedalaman seperti pegunungan masih tinggi.
Sehingga manfaat dari tol laut adalah;
a. Memeratakan ketersediaan komoditas atau barang kebutuhan pokok dan barang penting lebih terjamin di seluruh wilayah Indonesia; 
b. Berkurangnya fluktuasi harga antar waktu dan mengurangi disparitas harga serta memfasilitasi pemasaran produk unggulan daerah; 
c. Meningkatnya investasi di daerah, khususnya untuk peningkatan nilai tambah sebagai muatan balik; 
d. Meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Indonesia; 
e. Meningkatkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia; 
f. Mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

6. Seperti apakah potensi sumber daya alam laut Indonesia? Jelakan jawabanmu!

Jawaban:
Dua pertiga wilayah Indonesia berupa lautan, sehingga potensi sumber daya alam laut Indonesia sangat melimpah. Perairan laut Indonesia juga menyimpan potensi sumber daya non hayati yang melimpah. Masih banyak wilayah perairan Indonesia yang memiliki potensi ekonomi namun belum terkelola secara memadai. Potensi subsektor kelautan yang masih bisa dioptimalkan adalah industri maritim, bioteknologi, jasa kelautan, produksi garam dan turunannya, biofarmakologi laut, pemanfaatan air laut selain energi, pemasangan pipa dan kabel bawah laut, serta pengangkatan benda dan muatan kapal tenggelam.

7. Jelaskan seperti apa potensi sumberdaya hayati dan budidaya laut Indonesia!

Jawaban:
Potensi sumber daya ikan laut Indonesia diperkirakan sebesar 12,54 juta ton per tahun yang tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan ZEE. Luas terumbu karang milik Indonesia yang sudah terpetakan mencapai 25.000 kilometer persegi. Tetapi terumbu karang dalam kondisi sangat baik hanya 5,3 persen, kondisi baik 27,18 persen, cukup baik 37,25 persen, dan kurang baik 30,45 persen. Laut Indonesia memiliki sekitar 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 biota terumbu karang.
Sumber daya ikan di laut Indonesia meliputi 37 persen dari spesies ikan di dunia. Beberapa jenis ikan di Indonesia mempunyai nilai ekonomis tinggi, seperti tuna, udang, lobster, ikan karang, berbagai jenis ikan hias, dan kerang. Maka Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia (marine megabiodiversity). Menurut Food and Agricultural Organization (FAO), potensi sumber daya perikanan tangkap laut Indonesia mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun dengan tingkat pemanfaatan mencapai 5,71 ton per tahun.
Potensi luas areal budidaya laut tercatat 12,1 juta hektar dengan tingkat pemanfaatan 325.825 hektar atau 2,7 persen. Potensi luas areal budidaya rumput laut tercatat 1,1 juta hektar atau 9 persen dari seluruh luas kawasan potensial budidaya laut yang sebesar 12,1 juta hektar. Potensi budidaya laut, terdiri dari potensi budidaya ikan (kakap, kerapu, gobia); udang, moluska (kerangkerangan, mutiara, teripang); dan rumput laut, potensi luasan budidayanya sebesar 2 juta ha (20% dari total potensi lahan perairan pesisir dan laut berjarak 5 km dari garis pantai).
Sedangkan potensi budidaya payau (tambak) mencapai 913.000 ha. Untuk potensi bioteknologi kelautan masih besar peluangnya untuk dikembangkan, seperti industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, dan benih ikan dan udang. Perairan Indo-Pasifik, yang sebagian besar terletak di perairan Indonesia merupakan pusat keanekaragaman terumbu karang dunia, dengan lebih dari 400 spesies. Juga berbagai jenis ganggang laut tersebar di berbagai wilayah pantai. Sumberdaya hayati laut kita, selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi juga mempunyai luas habitat yang besar, yaitu : 2,4 juta ha kawasan hutan bakau. Secara biologi, kawasan pesisir dan laut Indonesia juga mempunyai nilai global, karena perairan Indonesia merupakan tempat bertelur ikan-ikan yang bermigrasi (highly migratory species) seperti tuna, lumbalumba dan berbagai jenis ikan paus serta penyu.

8. Jelaskan seperti apa potensi sumberdaya mineral dan energi laut Indonesia!

Jawaban:
Sekitar 70 % produksi minyak dan gas bumi Indonesia berasal dari kawasan pesisir dan laut. Dari 60 cekungan yang potensial mengandung migas, 40 cekungan terdapat di lepas pantai, 14 di kawasan pesisir, hanya 6 yang di daratan. Dari seluruh cekungan tersebut, potensinya diperkirakan sebesar 11,3 miliar barel minyak bumi. Cadangan gas bumi di kawasan ini diperkirakan sebesar 101,7 triliun kubik. Selain itu kawasan ini juga kaya akan berbagai jenis bahan tambang dan mineral seperti : emas, perak, timah, bijih besi, dan mineral berat. Di perairan pesisir dan laut Indonesia, juga ditemukan jenis energi baru pengganti BBM, berupa gas hidrat dan gas bionik di lepas pantai barat Sumatera, selatan Jawa Barat serta bagian utara Selat Makassar dengan potensi yang sangat besar, melebihi seluruh potensi minyak dan gas bumi Indonesia. Selain sumber energi diatas, terdapat juga sumber-sumber energi non konvensional seperti : energi pasang surut, energi gelombang, OTEC (ocean thermal energy conversion), tenaga surya dan angin. Potensi sumberdaya mineral lainnya yang dapat dikembangkan adalah air laut dalam (deep ocean water). Air laut dalam merupakan air di kedalaman 200 m, memiliki karakteristik yang berguna untuk kepentingan perikanan, kosmetika dan air mineral.

9. Jelaskan seperti apa potensi industri dan jasa maritim di Indonesia!

Jawaban:
Sehubungan dengan Indonesia adalah negara kepulauan dengan wilayah pesisir dan lautan yang luas, maka industri dan jasa maritim yang potensial untuk dikembangkan adalah:
a) Galangan (pembuatan) kapal dan dockyard; 
b) Industri mesin dan peralatan kapal; 
c) Industri alat penangkapan ikan (fishing gears) seperti jaring, pancing, fish finders, tali tambang, dll; 
d) Industri kincir air tambak (pedal wheel), pompa air, dll; 
e) Offshore engineering and structures; 
f) Coastal engineering and structures; 
g) Kabel bawah laut dan fiber optics; 
h) Remote sensing, GPS, GIS, dan ICT lainnya.

10. Jelaskan seperti apa potensi transportasi laut Indonesia!

Jawaban:
Seiring dengan pergeseran pusat ekonomi dunia dari poros Atlantik ke Asia Pasifik, dewasa ini, 70% perdagangan dunia berlangsung di kawasan Asia-Pasifik. Sekitar 75% produk dan komoditas perdagangan di transportasikan melalui laut Indonesia. Oleh karena itu Transportasi laut berperan penting dalam dunia perdagangan internasional maupun domestik. Transportasi laut juga membuka akses dan menghubungkan wilayah pulau, baik daerah sudah yang maju maupun yang masih terisolasi.
Sebagai negara kepulauan Indonesia memang amat membutuhkan transportasi laut, namun, Indonesia ternyata belum memiliki armada kapal yang memadai dari segi jumlah maupun kapasitasnya. Sekitar 97% dari total barang dan komoditas yang diekspor dan diimpor oleh Indonesia, diangkut oleh kapal-kapal asing dan sekitar 55% dari total barang dan komoditas yang ditransportasikan antar pulau di perairan laut Indonesia, diangkut juga oleh kapal-kapal asing. Sehingga masih potensial untuk dikembangkan selain meningkatkan pendapatan negara, juga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Pemerintah telah berupanya salahsatunya dengan menentukan ALKI, mebenahi manajemen pelabuhan dan adanya Tol Laut.

11. Jelaskan seperti apa potensi pariwisata bahari Indonesia!

Jawaban:
Indonesia memiliki potensi pariwisata bahari yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Posisi Indonesia yang strategis, dengan memiliki estetika lingkungan yang sulit ditandingi oleh negara kepulauan lain, seperti gugusan pulau yang indah dan kekayaan keanekaragaman sumberdayahayati lautnya, menjanjikan potensi ekonomi dari kegiatan pariwisata alam dan pariwisata bahari dengan segala variannya. Prospek ini tentu didukung oleh bergesernya kebutuhan masyarakat global akan kehidupan back to nature, dimana mereka telah jenuh dengan kehidupan dalam lingkungan buatan. Selain itu juga potensi tersebut didukung oleh kekayaan alam yang indah dan keanekaragaman flora dan fauna. Misalnya, kawasan terumbu karang di seluruh Indonesia yang luasnya mencapai 7.500 km2 dan umumnya terdapat di wilayah taman laut. Selain itu juga didukung oleh 263 jenis ikan hias di sekitar terumbu karang, biota langka dan dilindungi (ikan banggai cardinal fish, penyu, dugong, dll), serta migratory species.
Potensi kekayaan maritim yang dapat dikembangkan menjadi komoditi pariwisata di laut Indonesia antara lain: wisata bisnis (business tourism), wisata pantai (seaside tourism), wisata budaya (culture tourism), wisata pesiar (cruise tourism), wisata alam (eco tourism) dan wisata olah raga (sport tourism).

12. Jelaskan potensi kultural kelautan Indonesia!

Jawaban:
Salah satu potensi kelautan Indonesia adalah benda peninggalan budaya masa lalu yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu, Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT). Saat ini diperkirakan terdapat 463 titik lokasi kapal tenggelam, yang terjadi sejak abad 14 sampai abad 19. Pemerintah telah membentuk Panitia Nasional BMKT melalui Keppres No.107 Tahun 2000, agar pemanfaatan BMKT dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan negara, serta mencegah pengangkatan BMKT secara illegal. 

13. Jelaskan pengertian ekoregion dan apa tujuan dari pewilayahan ekoregion laut Indonesia?

Jawaban:
Menurut UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, ekoregion merupakan wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup.
Secara umum, tujuan dari pewilayahan ekoregion laut indonesia adalah sebagai dasar pertimbangan dalam penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) dan untuk memberikan arah dalam penetapan RPPLH agar sesuai dengan karakter wilayah ekoregion, termasuk karakteristik sumberdaya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat setempat, dan kearifan lokal sehingga dapat dicapai keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian alam dalam rangka mengoptimalkan produktivitas sumberdaya alam laut yang pada akhirnya dapat dicapai pembangunan yang berkelanjutan.

14. Mengacu pada peraturan tentang ekoregion, dalam pengelolaan laut Indonesia dikelompokkan dalam 18 ekoregion. Sebutkan kedelapan belas ekoregion tersebut!

Jawaban:
Kedelapan belas ekoregion ini adalah Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, Selat Malaka, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Selat Makassar, Perairan Bali dan Nusa Tenggara, Teluk Tomini, Laut Halmahera, Laut Banda sebelah timur Sulawesi, Laut Banda sebelah selatan Sulawesi, Laut Seram dan Teluk Bintuni, Laut Banda, Samudera Pasifik sebelah utara Papua, Teluk Cendrawasih, dan Laut Arafuru

15. Jelaskan pengelolaan sumberdaya kelautan Indonesia yang meliputi Pengelolaan Perikanan, Pengelolaan Pertambangan dan Energi, Pengelolaan Perhubungan Laut, Pengelolaan Pariwisata!

Jawaban:
Pengelolaan sumberdaya kelautan Indonesia yang meliputi Pengelolaan Perikanan, Pengelolaan Pertambangan dan Energi, Pengelolaan Perhubungan Laut, Pengelolaan Pariwisata:
1) Pengelolaan Perikanan
Seperti telah disampaikan pada materi sebelumnya potensi perikanan laut indonesia sangat berlimpah. Jumlah ikan yang banyak ini perlu dikelola dengan baik, agar cucu kita juga tetap bisa merasakan ikan yang banyak seperti kita sekarang. Meski kita membutuhkan ikan untuk dikonsumsi, penangkapan ikan yang berlebihan harus dihindari karena dapat mengancam keberadaan ikan-ikan di laut. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan menangkap ikan layak konsumsi yang memiliki tingkat regenerasi tinggi dan tidak termasuk dalam hewan terancam punah, dan melarang penggunaan jaring pukat harimau, dan menentukan wilayah hak pengelolaan ikan.
Cara lainnya adalah dengan melakukan budi daya, seperti ikan kakap dan kerapu. Selain ikan, ada juga budi daya moluska (kerang-kerangan, mutiara dan teripang), budi daya rumput laut, dan pengembangan industri bioteknologi kelautan (industri ini meliputi industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, serta industri bahan pangan).
2) Pengelolaan Pertambangan dan Energi
Seluruh perairan Indonesia punya potensi mineral laut yang sangat besar. 70% potensi minyak bumi dan gas bumi milik Indonesia terletak di wilayah pesisir dan lepas pantai. Wilayah laut Indonesia juga kaya akan mineral seperti emas, perak, timah, mangan, pasir kuarsa, monazite, zircon, nodul-mangan, kromit, dan bijih besi. Selain mineral-mineral tersebut, di laut Indonesia juga terdapat potensi nonmigas yang tinggi. Arus laut, gelombang, pasang surut, hingga suhu dapat digunakan sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu contoh penggunaannya adalah ocean thermal energy conversion (OTEC).
Tak kalah pentingnya adalah soal kebijakan dalam memberikan ijin pertambangan. Dalam pengelolaan sumber daya alam yang berada di laut ini tentu memiliki keuntungan dan kerugian bagi alam maupun manusia, sehingga penambangan bawah laut itu sendiri memiliki peraturan perundang-undangan yaitu UU Minerba tahun 2014 sehingga pengelolaannya dapat berkelanjutan. Dengan diberlakukannya pasar bebas AFTA maka akan semakin banyak perusahaan atau pun profesional asing yang akan berkompetisi di Indonesia. Salah satu langkah antisipasi yang akan dilakukan adalah upaya memberikan sertifikasi bagi tenaga ahli dan akreditasi bagi fasilitas kerja yang dimiliki agar kemampuannya diakui secara internasional.
3) Pengelolaan Perhubungan Laut
Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat memerlukan sarana transportasi laut. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.000, perlu pengelolaan industri transportasi yang membantu kelancaran transportasi antarpulau tersebut. Sarana ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpulau.
4) Pengelolaan Pariwisata
Wisata bahari merupakan jenis wisata minat khusus yang mengandalkan daya tarik alami lingkungan pesisir dan lautan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan wisata bahari secara langsung berupa kegiatan diving, snorkling, berenang, berperahu dan lainnya. Sedangkan wisata bahari secara tidak langsung seperti kegiatan olahraga pantai, piknik menikmati atmosfir laut dan sebagainya.
Kegiatan pariwisata merupakan suatu mata rantai yang melibatkan berbagai komponen di dalamnya seperti, atraksi, amenitas, aksesibilitas, cenderamata, pemandu wisata, dan seterusnya, sehingga pengelolaan pariwisata harus memenuhi unsur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan monitoring.

16. Manfaat sumberdaya kelautan sangat vital. Sebutkan lima saja manfaat sumberdaya kelautan!

Jawaban: 
Manfaat sumberdaya kelautan sangat vital, sehingga pengelolaan sumberdaya kelautan perlu dilakukan agar lestari dan optimal. Beberapa manfaat sumberdaya kelautan diantaranya sebagai;
1) Sumber pangan
2) Sumber obat-obatan
3) Sumber mineral
4) Sumber energi
5) Sumber lapangan kerja

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan bagian kedua (Part 2) dari lengkap soal mata pelajaran Geografi kelas XI SMA/MA Bab 1 tentang Indonesia Sebagai Poros Maritim disertai jawaban atau pembahasannya. Semoga bermanfaat. Silahkan baca-baca postingan Sekolahmuonline yang lainnya.

Posting Komentar untuk "Lengkap Soal Geografi Kelas 11 Bab 1 Indonesia Sebagai Poros Maritim [Part 2]~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close