Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama (PAIBP Kelas VIII SMP Kurikulum Merdeka) ~ sekolahmuonline.com

Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama (PAIBP Kelas VIII SMP Kurikulum Merdeka) ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan untuk Anda khususnya adik-adik yang kini berada di kelas VIII SMP khususnya SMP yang menggunakan Kurikulum Merdeka (Merdeka Belajar) Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas VIII. Pada postingan kali ini Sekolahmuonline sajikan Rangkuman atau Ringkasan PAIBP Kelas 8 Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama.
Rangkuman PAIBP Kelas VIII SMP Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama (PAIBP Kelas VIII SMP Kurikulum Merdeka)
PAIBP Kelas VIII Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama jika dibagi rata semua bab yang ada (Bab 1 s.d 10) maka menjadi salah satu Bab yang ada di semester genap atau semester 2. Secara urutan dalam buku PAIBP Kelas VIII SMP masuk pembahasan kedelapan.

Sebelum masuk ke rangkuman atau ringkasan, baca kisah menarik inspiratif berikut ini:

Kisah Toleransi di Balik Pembangunan Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal memiliki kisah toleransi di balik pembangunannya. Masjid Istiqlal merupakan cita-cita Bung Karno dan umat Islam setelah kemerdekaan. Saat itu Bung Karno Bung Karno menginginkan sebuah tempat ibadah yang juga berfungsi sebagai ruang dakwah, musyawarah, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian dibuatlah sayembara desain Masjid Istiqlal pada 1955. Pemenang sayembara tersebut adalah Frederich Silaban, seorang arsitek yang beragama protestan. Bung Karno kemudian menyematkan julukan By the Grace of God (Dengan Rahmat Tuhan) pada Silaban. Silaban juga kerap disebut sebagai arsitek pengukir sejarah toleransi di Indonesia.

Lokasi Istiqlal yang berdampingan dengan Gereja Katedral juga menyimbolkan keberagaman. Awalnya Bung Hatta mengusulkan agar Masjid Istiqlal dibangun di di kawasan Thamrin. Alasannya, saat itu, banyak umat Islam tinggal di daerah tersebut. Namun Bung Karno memiliki pertimbangan lain. Bung Karno memilih di bekas Taman Wilhemina yang atau bersebelahan dengan Gereja Katedral Jakarta.

Bung Karno mempertimbangkan tentang keberagaman bangsa Indonesia, mulai dari agama, suku, budaya, bahasa dalam pemilihan lokasi. Pendirian masjid yang bersanding dengan katedral mencerminkan bahwa bangsa ini memiliki toleransi yang tinggi. [Sumber: Buku PAIBP Kelas VIII SMP]

Rangkuman PAIBP Kelas VIII Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama

1. Toleransi merupakan sikap menghormati orang lain atas pelaksanaan hak-haknya. Toleransi mengarahkan kepada sikap terbuka dan mengakui adanya perbedaan, baik suku, agama, ras, maupun antar golongan (SARA). Toleransi mengajarkan bahwa setiap orang, dalam berbagai perbedaan itu, memiliki hak yang harus dihormati. Selain hak untuk dihormati, setiap orang juga memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya dalam perbedaan masing-masing.

2. Sikap toleran dalam kehidupan beragama akan dapat terwujud apabila ada kebebasan dalam masyarakat untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Prinsip kebebasan beragama sangat dianjurkan dalam ajaran agama Islam. Islam melarang secara tegas untuk melakukan pemaksaan agama terhadap orang lain.

3. Bangsa Indonesia adalah bangsa dengan jumlah pemeluk Islam yang terbesar di dunia. Ada keragaman di tengah jumlah pemeluk Islam yang sangat besar itu. Umat Islam Indonesia mengekspresikan keislamannya dengan cara yang berbeda-beda. Ada kemajemukan yang sangat kompleks, mulai dari cara beragama, budaya, organisasi, sosial, sampai keragaman politik. Di tengah keragaman yang sangat kompleks ini, perlu dikembangkan sikap toleran intern umat Islam.

4. Toleransi merupakan ajaran yang sangat mendasar dalam Islam. Toleransi dipraktikkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabat semenjak awal. Banyak praktik toleransi yang bisa kalian pelajari pada masa itu. Toleransi juga dipraktikkan pada masa-masa setelah Rasulullah Saw, yaitu pada saat Islam berkembang ke berbagai penjuru dunia melalui para penguasa Islam di setiap zamannya.

Profil Pelajar Pancasila

Setelah mempelajari PAIBP kelas VIII materi Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama, sebagai manusia Indonesia yang beriman dan mengamalkan Pancasila, kalian diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih bermutu. Berikut ini karakter yang diharapkan:
1. Meyakini bahwa Islam mengajarkan toleransi
2. Menjalankan toleransi beragama
3. Menolak perilaku intoleran dalam beragama
4. Menghargai dan menghormati keragaman suku, agama, ras, dan golongan
5. Bersama-sama melawan intoleransi dalam kehidupan beragama
6. Mengampanyekan sikap toleran secara kreatif

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 8 SMP Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama yang Sekolahmuonline rujuk dari Buku PAIBP Kelas VIII SMP. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Baca juga soal PAIBP Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka Belajar yang lainnya dengan meng-klik judul-judul di bawah ini:
Untuk rangkuman atau ringkasan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas 8 SMP Kurikulum Merdeka Belajar dapat Anda baca pada judul-judul di bawah ini:

Posting Komentar untuk "Rangkuman PAIBP Kelas 8 Bab 8 Menjadi Generasi Toleran Membangun Harmoni intern dan Antar Umat Beragama (PAIBP Kelas VIII SMP Kurikulum Merdeka) ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close