Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Sebutkan dan jelaskan macam-macam majas pertautan beserta contohnya! ~ sekolahmuonline.com

Sebutkan dan jelaskan macam-macam majas pertautan beserta contohnya! ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, pada postingan tentang Majas Perbandingan dan Majas Pertentangan, Sekolahmuonline sudah menjelaskan secara singkat tentang pengertian majas dan gaya bahasa.
Sebutkan dan jelaskan macam-macam majas pertautan beserta contohnya
Dijelaskan secara singkat bahwa majas adalah penggunaan kata-kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan ataupun mempengaruhi para penyimak dan pembaca. Sedangkan gaya bahasa adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis(pemakai bahasa).

Lebih lanjut, pada postingan tersebut disebutkan macam-macam majas. Majas terdiri dari empat macam, yaitu:
- Majas Pengulangan

Macam-macam Majas Pertautan Berserta Contohnya

Sesuai judul postingan, kali ini Sekolahmuonline khusus akan membahas tentang macam-macam majas pertautan yang masing-masing akan disertakan dengan contohnya.

Macam-macam Majas Pertautan

Majas pertautan terdiri dari:
- Metonimia
- Sinekdoke
- Alusi/Alusio
- Eufemisme
- Eponim
- Antonomasia
- Elipsis
- Asindenton
- Polisidenton

1. Metonimia

Metonimia ialah gaya bahasa yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal, sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut pencipta atau pembuatnya jika yang kita maksudkan ciptaan atau buatannya ataupun kita menyebut bahannya jika yang kita maksudkan barangnya (Moeliono, 1984:3).

Contohnya:
- Para siswa di kelas kami senang sekali membaca S.T. Alisasyahbana

2. Sinekdoke

Sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya, atau sebaliknya (Moeliono,1984:3).

Sinekdoke terbagi menjadi dua:
- Sinekdoke pars pro toto (sebagian untuk seluruh)
Contohnya:
Setiap kepala dikenakan pajak. (Keluarga)

- Sinekdoke totem pro parte (seluruh untuk sebagian) => Indonesia kembali mendapatkan emas dalam ajang olimpiade Rio 2016. (Tim Bulutangkis)

3. Alusi/Alusio

Alusi atau kilatan adalah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau tokoh berdasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang dan pembaca serta adanya kemampuan para pembaca untuk menangkap pengacuan itu.

Contohnya:
Tugu ini mengenangkan kita kembali ke peristiwa Bandung Selatan.

4. Eufemisme

Eufemisme adalah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar yang dianggap merugikan, atau yang tidak menyenangkan. (Moeliono, 1984 : 3-4).

Contohnya:
- Ayahnya sudah tak ada di tengah-tengah mereka (= mati)
- Pikiran sehatnya semakin merosot saja akhir-akhir ini (= gila).

5. Eponim

Eponim adalah semacam gaya bahasa yang mengandung nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.

Contohnya:
- Dengan latihan dan makan yang teratur kami berharap agar Anda menjadi Hercules dalam pertandingan nanti. (Hercules = kekuatan)

- Memang semua orang mengatakan bahwa pacarnya itu benar-benar merupakan Hellen dari Troya. (Hellen dari Troya = kecantikan)

6. Antonomasia

Antonomasia adalah gaya bahasa yang merupakan penggunaan gelar resmi atau jabatan sebagai nama diri.

Contohnya:
Gubernur Sumatera Utara akan meresmikan pembukaan Seminar Adat Karo di Kabanjahe bulan depan.

7. Elipsis

Elipsis adalah penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dalam konstruksi sintaksis yang lengkap (Ducrot and Todorov, 1981:277; Tarigan, 1985:195).

Contohnya:
Mereka ke Jakarta minggu lalu. (penghilangan predikat : pergi, berangkat)

8. Asindenton

Asindeton adalah semacam gaya bahasa yang berupa acuan padat di mana beberapa kata, frase, atau klausa yang sederajat tidak dihubungkan dengan kata sambung. Bentuk-bentuk tersebut biasanya dipisahkan saja oleh tanda koma.

Contohnya:
Hasil utama Tanah Karo adalah jeruk, nanas, kentang, kol, tomat, bawang, sayur putih, jagung, padi.

9. Polisidenton

Polisindeton adalah suatu gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari asindeton. Dalam polisindeton beberapa kata, frase, atau klausa yang berurutan dihubungkan satu sama lain dengan kata sambung.

Contohnya:
Istri saya menanam nangka dan jambu dan cengkeh dan pepaya di pekarangan rumah kami.

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan pembahasan tentang Macam-macam Majas Pertautan Berserta Contohnya. Semoga bermanfaat. Silahkan baca-baca postingan Sekolahmuonline yang lainnya.

Posting Komentar untuk "Sebutkan dan jelaskan macam-macam majas pertautan beserta contohnya! ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close