Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Rangkuman Sosiologi Kelas 11 Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik ~ sekolahmuonline.com

Rangkuman Sosiologi Kelas 11 Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik ~ sekolahmuonline.com. Pembaca Sekolahmuonline, berikut ini kami sajikan Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Sosiologi Kelas XI Bab 3 yang membahas tentang Konflik Sosial dan Resolusi Konflik. Silahkan dibaca dan dipelajari, semoga bermanfaat.


Sosiologi Kelas 11 Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik sebagaimana telah Sekolahmuonline sebutkan pada contoh soal Bab ini membahas empat kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Pembelajaran Pertama membahas tentang Hakikat dan Teori Konflik Sosial. Kegiatan Pembelajaran Kedua membahas tentang Klasifikasi Konflik SosialKegiatan Pembelajaran Ketiga membahas tentang Dampak Konflik SosialSedangkan Kegiatan Pembelajaran Keempat membahas tentang Resolusi dan Penyelesaian Konflik Sosial.

Rangkuman Sosiologi Kelas XI Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik

Nah, berikut ini rangkuman Sosiologi Kelas 11 Bab 4 yang Sekolahmuonline sajikan per kegiatan pembelajaran. Rangkuman Sekolahmuonline himpun dari Modul PJJ Sosiologi Kelas 11 SMA.

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 1: Hakikat dan Teori Konflik Sosial

√ Konflik dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan yang dibawa oleh individu pada saat berinteraksi seperti perbedaan ciri fisik, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan lain sebagainya.

√ Konflik berasal dari Bahasa Latin, yaitu configure yang artinya saling memukul. 

√ Berikut beberapa ahli yang mendefinisikan tentang konflik.
a. Soerjono Soekanto
b. Robert M.Z. Lawang
c. Berstein

√ Dalam konflik sosial terdapat beberapa pandangan yang dikemukakan oleh para tokoh. Pandangan tersebut berusaha mengidentifikasi konflik sosial. Adapun pandangan tentang konflik sosial yang dikutip dari Haryanto (2011) adalah sebagai berikut:
a. Robbin
Robbin memandang konflik menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Pandangan Tradisional
Pandangan ini menjelaskan bahwa konflik merupakan hal yang buruk, bersifat negatif, merugikan, dan harus dihindari. 
2) Pandangan Hubungan Manusia
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi dalam kelompok atau organisasi di masyarakat.
3) Pandangan Interaksionis
Pandangan ini cenderung mendorong munculnya konflik dalam kelompok atau organisasi

b. Stoner dan Freeman
Stoner dan Freeman membagi pandangan konflik menjadi sebagai berikut:
1) Pandangan Tradisional
Pandangan ini menganggap bahwa konflik dapat dihindari dengan carameminimalisasikan munculnya konflik dalam sebuah kelompok atau organisasi.
2) Pandangan Modern
Pandangan ini menjelaskan bahwa konflik tidak dapat dihindari.

c. Myers
Menurut Myers, pandangan terhadap konflik dapat dibagi menjadi dua. Kedua pandangan tersebut adalah sebagai berikut:
1) Pandangan Tradisional
Pandangan ini menganggap konflik sebagai sesuatu yang buruk dan harus dihindari. 
2) Pandangan Kontemporer
Pandangan ini menganggap konflik merupakan suatu yang tidak dapat dihindari sebagai konsekuensi adanya interaksi manusia.

√ Secara umum, konflik sosial dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:
a. Adanya perbedaan antarindividu
b. Adanya perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda-beda.
c. Adanya perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok.

√ Menurut Coser, konflik yang terjadi di masyarakat dikarenakan adanya kelompok lapisan bawah yang semakin mempertanyakan legitimasi dari keberadaan distribusi sumber-sumber langka (Ranjabar,2013). 

√ Tiga faktor yang mempengaruhi lama tidaknya suatu konflik di masyarakat, yaitu sebagai berikut
a. Luas sempitnya tujuan konflik sosial
b. Adanya pengetahuan maupun kekalahan dalam konflik
c. Adanya peranan pemimpin dalam memahami biaya terjadinya konflik dan persuasi pengikutnya.

√ Konflik dapat menjaga hubungan antarkelompok dan memperkuat Kembali identitas kelompok. Adapun manfaat konflik menurut Coser, adalah sebagai berikut:
a. Konflik dapat menjadi media untuk berkomunikasi.
b. Konflik dapat memperkuat solidaritas kelompok.
c. Konflik dengan kelompok lain dapat menghasilkan solidaritas di dalam kelompok tersebut dan solidaritas tersebut dapat mengantarkan kepada aliansi dengan kelompok lain.
d. Konflik dapat menyebabkan anggota masyarakat yang terisolasi menjadi berperan aktif.

√ Coser mengelompokkan konflik sosial menjadi dua macam, yaitu konflik realistis dan konflik non-realistis.
a. Konflik Realistis
b. Konflik Non-Realistik

√ Karl Marx memiliki pandangan tentang konflik sosial sebagai pertentangan kelas. Masyarakat yang berada dalam konflik dikuasai oleh kelompok dominan. Dalam teori Karl Marx dikutip dari Ranjabar (2013) terdapat beberapa fakta sebagai berikut:
a. Adanya struktur kelas dalam masyarakat
b. Adanya kepentingan ekonomi yang saling bertentangan di antara orang-orang yang berada dalam kelas yang berbeda.
c. Adanya pengaruh yang besar dilihat dari kelas ekonomi terhadap gaya hidup seseorang.
d. Adanya berbagai pengaruh dari konflik kelas dalam menimbulkan perubahan struktur sosial.

√ Dahrendorf melihat teori konflik sebagai teori parsial yang digunakan untuk menganalisis fenomena sosial. Dahrendorf melihat masyarakat memiliki dua sisi yang berbeda, yaitu konflik dan kerja sama. Dehrendorf menggunakan teori perjuangan kelas Marxian untuk membangun teori kelas dan pertentangan kelas dalam masyarakat industri kontemporer. Perjuangan kelas dalam masyarakat moderen berada pada pengendalian kekuasaan

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 2: Klasifikasi Konflik Sosial

√ Konflik yang terjadi di masyarakat sangat beragam bentuknya. Menurut Ranjabar (2013), konflik sosial yang ada di masyarakat terbagi menjadi dua bentuk, yaitu:
a. Konflik Individual
Konflik dalam individu ini bisa diartikan sebagai konflik yang terjadi dalam mental atau diri seseorang karena suatu hal. Hal ini bisa berupa pilihan yang berbeda dengan kata hati.
b. Konflik Kolektif
Konflik kolektif merupakan suatu konflik yang melibatkan banyak orang, serta memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. 
 
√ Menurut Ralp Dehrendorf, konflik dibedakan menjadi beberapa bentuk yaitu:
a. Konflik Peran
Konflik peran merupakan suatu kondisi dimana seseorang mendapati kenyataan yang berlawanan dengan perannya dalam kehidupan nyata. 
b. Konflik Kelompok Sosial
Konflik antara kelompok sosial terjadi karena adanya perbedaan kepentingan dalam upayanya mencukupi kebutuhan kelompok tersebut. Contoh konflik antar kelompok 
c. Konflik antarkelompok yang terorganisir dan kelompok yang tidak terorganisir
Konflik ini biasanya terjadi saat unjuk rasa. Dimana polisi sebagai kelompok yang terorganisir
d. Konflik antarsatuan nasional
Konflik ini disebut juga konflik antarkepentingan organisasi. 
e. Konflik antaragama
Konflik ini sering terjadi pada zaman dahulu saat kondep toleransi belum diindahkan.

√ Menurut H. Kusnadi dan Bambang Wahyudi yang dikutip dari Ranjabar (2013), macam-macam konflik dapat diklasifikasikan dalam beberapa aspek. 

√ Konflik sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan organisasi. Macam-macam konflik sosial menurut hubungan dengan tujuan organisasi:
a. Konflik Fungsional
Konflik fungsional merupakan konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan bersifat konstruktif. 
b. Konflik Disfungsional
Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2010), disfungsional merupakan suatu kegiatan atau organisasi yang memiliki disfungsi Ketika beberapa dampak dapat menghambat organisasi sosial lainnya. Konflik disfungsional merupakan konflik yang menghambat tercapainya suatu organisasi dan bersifat destruktif (merusak). 

√ Konflik sosial yang ada di masyarakat sangat beragam, salah satunya dapat diklasifikasikan menurut hubungan dengan posisi pelaku yang berkonflik. Adapun macam konflik sosial tersebut adalah:
a. Konflik Vertikal
Konflik vertikal adalah konflik antar satu pihak dengan pihak dalam suatu struktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan yang tidak sama. 
b. Konflik Horizontal
Konflik horizontal adalah konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat antara dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat. 

√ Menurut Ranjabar (2013) konflik dibedakan menjadi tiga, yaitu konflik vertical, konflik horizontal, dan konflik diagonal. Dalam suatu organisasi terjadi ketidakadilan sumber daya sehingga menimbulkan pertentangan atau konflik yang ekstrim. 
Pertentangan itulah yang dinamakan konflik diagonal. Sebagai contohnya kasus konflik antara pemerintah dan warga sekitar karena adanya perilaku yang tidak adil atas alokasi sumber daya ekonomi oleh pemerintah pusat.

√ Konflik berdasarkan sifat pelaku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik terbuka dan konflik tertutup (Ranjabar 2013).
a. Konflik Terbuka
Konflik terbuka merupakan konflik yang diketahui oleh semua pihak atau masyarakat dalam suatu negara. 
b. Konflik Tertutup
Dalam konflik terbuka diketahui oleh semua pihak, sedangkan konflik tertutup hanya diketahui oleh pihak yang terlibat dalam konflik tersebut. 

√ Konflik sosial berdasarkan waktu dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
a. Konflik Sesaat (Konflik Spontan)
Konflik sesaat dapat terjadi dalam waktu yang singkat atau sesaat saja karena adanya kesalahpahaman antara pihak yang berkonflik. 
b. Konflik Berkelanjutan
Konflik berkelanjutan terjadi dalam waktu yang lama dan sulit untuk diselesaikan.

√ Konflik sosial berdasarkan pengendaliannya antara lain:
a. Konflik Terkendali
Menurut Ranjabar (2013), konflik terkendali merupakan suatu konflik di mana para pihak yang terlibat dapat dengan mudah mengendalikan konflik sehingga kjonflik tidak meluas dan cepat selesai. 
b. Konflik Tidak Terkendali
Konflik tidak terkendali merupakan konflik di mana pihak yang terlibat tidak dapat mengendalikan konflik tersebut sehingga akibatnya dapat meluas. Konflik yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya kekerasan. 
c. Konflik Nonsistematis
Konflik nonsistematis memiliki sifat yang acak, dimana terjadi secara spontanitas dan tidak ada tujuan yang dicapai. Dalam konflik ini pihak yang berkonflik tidak melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. 
d. Konflik Sistematis
Konflik sistematis merupakan kebalikan dari konflik nonsistematis, di mana konflik tersebut telah direncanakan secara sistematis dan memiliki tujuan yang ingin dicapai. 

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 3: Dampak Konflik Sosial

√ Kekerasan berasal dari Bahasa Inggris, yaitu violence yang artinya kekuasaan atau berkuasa. Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), kekerasan merupakan suatu ekspresi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok di mana secara fisik maupun verbal mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat.

√ Pada umumnya, kekerasan dianggap sebagai tindakan yang merugikan orang lain, seperti pembunuhan, pemukulan, perampokan, dan sebagainya. Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), kekerasan fisik merupakan kekerasan nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh tubuh. Wujud dari kekerasan fisik berupa kehilangan kesehatan, cedera, bahkan sampai kehilangan nyawa. 

√ Kekerasan struktural dilakukan oleh individu atau kelompok dengan menggunakan sistem, hukum, ekonomi, dan tata kebiasaan yang ada di masyarakat. Kekerasan yang sifatnya struktural sulit untuk dikenali karena menimbulkan ketimpangan-ketimpangan pada sumber daya, pendidikan, pendapatan, kepandaian, keadilan, serta wewenang untuk mengambil keputusan. 

√ Kekerasan psikologis merupakan kekerasan yang ditujukan pada rohani atau jiwa, sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan kemampuan jiwa seseorang.

√ Kekerasan kolektif dilakukan oleh kelompok atau massa atau sekelompok individu. 

√ Kekerasan yang ada di masyarakat dapat terjadi beriringan dengan adanya konflik. Di lingkungan masyarakat, selalu dijumpai adanya konflik. 

√ Dari rangkuman di atas, kamu harus dapat membedakan antara konflik dengan kekerasan

Rangkuman Kegiatan Pembelajaran 4: Resolusi dan Penyelesaian Konflik Sosial

√ Resolusi konflik atau dalam bahasa inggris disebut conflict resolution memiliki pengertian yang berbeda-beda. Resolusi konflik adalah suatu cara individu atau kelompok untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dengan individu lain atau kelompok lain secara sukarela. 

√ Pengertian resolusi konflik yang dikemukakan oleh para ahli antara lain:
1. Levine, resolusi konflik adalah Tindakan mengurai suatu permasalahan; pemecahan; atau penghapusan permasalahan.
2. Weitzeman & Weitzeman, Resolusi konflik sebagai sebuah Tindakan pemecahan masalah Bersama (solve a problem together).
3. Fisher, Resolusi konflik adalah usaha menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru yang bisa tahan lama di antara kelompok-kelompok yang berseteru.
4. Mindes, resolusi konflik merupakan kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan dengan yang lainnya, serta aspek penting dalam pembangunan sosial dan moral yang memerlukan keterampilan dan penilaian untuk bernegosiasi, kompromi, serta mengembangkan rasa keadilan. 

√ Ada berbagai macam kemampuan yang sangat penting dalam menumbuhkan inisiatif resolusi konflik di antaranya sebagai berikut:
1. Kemampuan Orientasi
Kemampuan orientasi dalam resolusi konflik dapat meliputi pemahaman individu tentang konflik dan sikap yang menunjukkan anti kekerasan, kejujuran, keadilan, toleransi, dan harga diri
2. Kemampuan Persepsi
Kemampuan persepsi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk dapat memahami bahwa setiap individu berbeda, mampu melihat situasi seperti orang lain melihatnya (rasa empati), dan tidak menilai orang lain secara sepihak.
3. Kemampuan Emosi
Kemampuan emosi dalam resolusi konflik mencakup kemampuan untuk mengolah berbagai macam emosi, termasu di dalamnya rasa marah, takut, frustasi, dan emosi negatif lainnya. 
4. Kemampuan Komunikasi
Kemampuan komunikasi dalam resolusi konflik meliputi kemampuan mendengar orang lain, memahami lawan bicara, berbicara dngan bahasa yang mudah dipahami, serta meresume atau Menyusun ulang pernyataan yang bermuatan emosional ke dalam pernyataan yang netral atau kurang emosional.
5. Kemampuan Berpikir Krititis, adalah kemampuan berpikir kritis dalam resolusi konflik, yaitu suatu kemampuan untuk memprediksi dan menganalisis situasi konflik yang sedang dialami.
6. Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemampuan berpikir kreatif dalam resolusi konflik meliputi kemampuan memahami masalah untuk memecahkan masalah dengan berbagai macam alternatif jalan keluar. 

√ Berbagai upaya dalam menyelesaikan konflik adalah sebagai berikut:
1. Mediasi
Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), mediasi (mediation) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik.
2. Konsiliasi
Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), konsiliasi merupakan suatu usaha untuk mengendalikan konflik dengan menggunakan lembaga-lembaga tertentu agar pihak yang berkonflik dapat berdiskusi mengenai persoalan yang dipertentangkan. 
3. Negosiasi
Pernahkah kalian pergi ke pasar dan membeli sesuatu? Pasti kalian akan melakukan tawar menawar dengan pedagang. Setelah melalui penawaran yang panjang, akhirnya dicapai kata sepakat. Kegiatan tersebut dinamakan negosiasi.
4. Arbitrasi
Arbitrasi merupakan suatu upaya menyelesaikan konflik yang dilakukan melalui pihak ketiga dengan memberikan keputusan yang harus ditaati dan diterima oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik. Pihak ketiga ini dipilih oleh kedua belah pihak atau badan berwenang. Apabila tidak dapat menentukan pihak ketiga, maka pemerintah akan menunjuk pengadilan sebagai pihak ketiga. 
5. Stalemate
Apabila kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang, kemudian berhenti pada suatu titik dan tidak saling menyerang, maka upaya ini disebut stalemate. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. 
6. Konversi
Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), konversi (conversion) merupakan upaya penyelesaian konflik yang dilakukan dengan salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian dari pihak lain. 
7. Ajudikasi
Ajudikasi merupakan upaya menyelesaikan konflik yang dilakukan melalui lembaga pengadilan. Penyelesaian konflik menurut ajudikasi dilakukan melalui jalur huku. Misalnya, sengketa tanah antara warga masyarakat dengan pengusaha yang diselesaikan melalui pengadilan

Demikian postingan Sekolahmuonline yang menyajikan Rangkuman atau Ringkasan mata pelajaran Sosiologi Kelas 11 Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik. Semoga bermanfaat. Silahkan baca postingan-postingan Sekolahmuonline lainnya.

Posting Komentar untuk "Rangkuman Sosiologi Kelas 11 Bab 4 Konflik Sosial dan Resolusi Konflik ~ sekolahmuonline.com"

Memuat...
close